Banda Aceh – Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh mencanangkan gerakan disiplin dan aparatur sipil negara BerAkhlak guna meningkatkan kinerja jajaran dalam melayani masyarakat.
Pencanangan berlangsung pada apel bersama di Rutan Kelas IIB Banda Aceh di Aceh Besar, Senin. Apel dipimpin Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Lilik Sujandi.
“Pencanangan ini karena masih banyak pegawai yang tidak disiplin dan belum menginternalisasikan core values ASN BerAkhlak dalam menjalankan tugasnya,” kata Lilik Sujandi.
Ia mengatakan pencanangan gerakan disiplin merupakan upaya berbenah dan memperbaiki kualitas birokrasi. Selain itu, berbagai persoalan masih kerap terjadi di unit pelaksana teknis baik pemasyarakatan maupun keimigrasian.
Menurut dia, sasaran pendisiplinan meliputi beberapa hal. Di antaranya, disiplin kerja dan ketepatan penyampaian laporan kerja harian. Kemudian, disiplin menjaga untuk tidak melakukan pelanggaran kode etik terlebih perilaku melanggar pidana.
“Berikutnya, disiplin dalam memahami dan menjaga risiko kerja dan kegagalan program. Terakhir, disiplin menaati standar operasional prosedur dan instruksi pimpinan,” katanya.
Selain itu, Lilik Sujandi menegaskan tentang pentingnya manajemen risiko di setiap satuan kerja untuk meminimalisir segala kemungkinan risiko yang akan terjadi.
Di samping itu, jajaran Kemenkumham Aceh diharapkan membangun budaya kerja sebagai usaha berkelanjutan yang harus terus dilakukan agar menjadi akar yang tertanam kuat dalam diri setiap aparatur sipil negara.
“Saya harapkan untuk seluruh Kepala satuan kerja, dalam minggu ini harus sudah menyiapkan daftar potensi risiko serta penanganannya di setiap satuan kerja,” katanya.
Apel bersama ini diawali dengan pembacaan lima instruksi Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas layanan publik
Serta dirangkai pemberian penghargaan kepada petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di lingkungan Kemenkumham Aceh.










