SIGLI – Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., mengatakan bahwa kekuatan sebuah bangsa hanya di ukur dari akhlaknya.
Hal itu disampaikan saat Peresmian Mesjid Baitul Akram Gapui bertepatan bertepatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awwal di Kecamatan Indrajaya pada, Kamis, 28 September 2023.
“Mengenang Nabi Muhammad adalah mengenang Akhlak Rasulullah. Kami ingatkan kepada ibu-ibu maupun orang tua untuk menjaga serta mengingatkan anak-anaknya dari pergaulan bebas,” ucap Wahyudi dalam sambutannya.
Wahyudi Adisiswanto juga menjelaskan bahwa bangsa yang beradab adalah bangsa yang memiliki akhlak mulia.
Lebih lanjut mantan Kabinda NTB ini menceritakan sejarah Jatuhnya Kerajaan Granada pada abad ke 12 yang masih dibawah kesultanan Andalusia Spanyol.
Jatuhnya kesultanan Andalusia, ada satu kerajaan kecil yang belum bisa di taklukkan oleh pasukan Kristen Spanyol yaitu kerajaan Granada.
Kerajaan Granada adalah kerajaan Islam terakhir di wilayah Eropa Barat (Spanyol). Kerajaan Granada menerapkan sistem Monarki tergolong dalam takhta Kastila.
Wahyudi menuturkan bahwa, “satu-satunya kerajaan di Spanyol yang tidak bisa di taklukkan oleh pasukan Kristen adalah Granada. Di Granadalah pusat perpustakaan Islam terbesar dunia.”
Untuk menghancurkan Kerajaan Granada, Raja Ferdinand mengutus seorang Spionase untuk meneliti kebiasaan masyarakat Granada.
“Spionase ini bertemu dengan seorang anak yang sedang menangis, dia bertanya kenapa kamu menangis, anak kecil menjawab, bidikan panahnya meleset, sehingga saya menangis.”
“Spionase tadi balik dan melaporkan hasil penelitian nya sama Raja Ferdinand, bahwa untuk sekarang jangan serang dulu kota Granada, karena anak-anak disana militan, apalagi militansi bapaknya,” jelasnya.
Raja Ferdinand kemudian berkata, kalau begitu kita hancurkan Granada lewat Politik pecah belah, Narkoba (Duniawi) dan Pornografi.
Maka pada abad ke 14 dimulailah petualangan menghancurkan Kota Granada lewat Politik pecah belah, Narkoba dan Pornografi, ketiga unsur ini terus di gencarkan di Granada hingga mudanya malas dan bodoh.
Kemudian di utus lagi Spionase untuk penelitian ulang, Spionase bertemu seorang bapak-bapak yang sedang menangis, Spionase bertanya, kenapa engkau menangis? lalu bapak tersebut menjawab bahwa saya menangis karena di tinggalin pacar.
“Maka saat itulah Raja Ferdinand dengan Pasukan Kristen menyerang kota Granada, karena masyarakat Granada sudah lemah, akibat di pengaruhi oleh Politik pecah belah, Narkoba dan Pornografi,” ucap Wahyudi.
“Disinilah menangis Sultan Granada Muhammad XII Abdullah karena rakyatnya sudah lemah akibat Politik pecah belah, Narkoba dan Pornografi, hingga menyerahkan Kerajaan Granada kepada Raja Ferdinand” jelas Wahyudi.
“Kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dengan kekuatan perang, namun di ukur dari Akhlaknya. Jadi ketika sebuah bangsa hancur Akhlaknya, maka hancurlah bangsa tersebut,” tuturnya.
Dalam pada itu, Pj. Bupati Pidie berpesan bahwa dengan adanya mesjid Baitul Akram, maka disinilah pusat kegiatan penguatan Akhlak anak-anak dimulai.
Hadir dalam kegiatan Peresmian Mesjid Baitul Akram bertepatan pada Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awwal 1445 Hijriah, serta santunan Anak Yatim yaitu Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto. M.Si., Ketua PKK Pidie Ny. Suaidah Sulaiman, Plt. Sekda. Drs. Samsul Azhar, Tgk. H. Amri Fatmi, Tgk. Imran Abubakar. M.Sy.
Hadir juga Nazir Adam, H. Zakaria Abdul Gani, Camat, Danramil dan Kapolsek Indrajaya, Anggota Dprk Pidie Partai Aceh. Anwar Sastra Putra, Tokoh Pidie Di Jakarta Sayed Muhammad Muliady, Khatib Mesjid Baitul Akram, Tgk. Bustami. S.Ag dan Ketua DPW PKS Aceh.[Mul]










