Banda Aceh – Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari M.Si, resmi mengukuhkan engurus MGMP PAI Tingkat SMP, SMA/SMK Provinsi Aceh Priode 2024-2028, Minggu malam 26 Mei 2024, di Aula Hotel Permata Hati Hotel, And Convention Center, Jl. Rel Kereta Api No. 02 Meunasah Manyang Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan pengukuhan Pengurus MGMP PAI SMP, SMA, dan SMK Tingkat Provinsi Aceh, sekaligus pembukaan Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru PAI dalam bentuk pengetahuan Profesional, Pendalaman Materi PAI, Moderasi beragama secara luring dan daring se Aceh dari 26 hingga 28 Mei 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, H. Khairul Azhar. S.Ag. M.Si, dan masing-masing Ketua tim TK: Fauzan, M.Si, Ketua tim SD: Bukhari, SE, Ketua tim SMP: M. Nasir, S.Pd.I dan Ketua tim SMA: Dr Taharuddin M.A.
Ketua Tim pelaksana kegiatan Pengukuhan dan Pelatihan tersebut, Zeri Putra Irawan, S.Kom, Ketua Tim Sekretariat Wahyudi, S.Hi , Sekretaris, Miska Miranda, SE. Bendahara, Safwadi, A.Md, sejumlah Tim Support Moderator yaitu Mutia Erawati, SE, Zoel Fadli, SE, Suri Hasnawati, S Hi, Syahrul Akram. S.Ag (Designer Sertifikat). Suksesnya kegiatan tersebut juga berkat kerja sama dengan Ketua MGMP PAI SMP Provinsi Aceh, Cut Zuhaila, S.Pd.I, Ketua MGMP PAI SMA Provinsi Aceh, Muhammad Yani S.Pd.I, M.Ag, dan Ketua MGMP PAI SMK, Mailisman S.Pd, M.Ag dan seluruh Pengurus MGMP.
Ketua Tim Kegiatan, Zeri Putra Irawan, S.Kom, melaporkan kegiatan ini dilaksanakan berupa daring dan luring yang diikuti oleh 648 peserta secara daring dari semua jenjang (TK, SD, SMP, SMA/SMK) yang telah mendaftar melalui google form dan di fasilitasi oleh narasumber dari Pelatih Propinsi dan Pelatih Daerah Kementrian Agama Propinsi Aceh.
Dalam Pengarahan serta nasehat singkat yang disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Azhari, bahwa guru PAI harus mampu untuk membawa peserta didik ke kedunia pendidikan yang berakhlak serta mampu mencari berbagai Solusi pada tantangan zaman dimasa akan datang. Setelah Pengurus MGMP dikukuhkan diharapkan agar wadah guru ini terus memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan dan memperkuat kompetensi guru melalui diskusi dan pelatihan.
Selain itu pengurus MGMP mampu berperan dalam memfasilitasi rekan sejawatnya dalam mengikuti pengembangan diri sehingga berimbas kepada peserta didik disatuan pendidikan tempat tugas masing-masing tentunya sesuai dengan harapan kurikulum yang sedang diterapkan saat ini.
“Perkembangan teknologi menghadirkan fenomena orang belajar agama tidak lagi kepada guru agama. Belajar kepada otoritas yang tidak memiliki keilmuan agama, atau biasa disebut syeh Gooogle, karena mencari praktisnya. Maka kalau ada orang membawa agama tidak pada garisnya yang tegak, salah satunya karena teknologi yang akhirnya membawa agama pada selera masing-masing orang,” jelas Azhari.










