Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Petani Pidie Berangkat Haji Bersama Orangtuanya yang Sepuh

redaksi by redaksi
02/06/2024
in Feature
0
Kisah Petani Pidie Berangkat Haji Bersama Orangtuanya yang Sepuh

Hasballah (69) saat menyuapi makan kepada ibunya, Aminah (90) di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Sabtu (1/6/2024). Foto Media Center Haji

BANDA ACEH – Hasballah, pria 69 tahun asal Desa Meunasah Lhee, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie menjadi jamaah yang paling beruntung.

Di usianya yang sudah termasuk senja, ia menunjukkan baktinya, karena bisa berangkat haji tahun ini sambil menuntun ibunya, Aminah yang sudah berusia 90 tahun.

Meskipun menekuni profesi sebagai petani di pesisir Kabupaten Pidie, Hasballah dilimpahkan Allah SWT rezeki yang cukup. Sehari-hari, pria ini masih mengurusi sawah dan tambak di desanya.

Ia menyakini semua kemudahan yang ia dapatkan itu tentu berkat andil doa dari orang tuanya.

Menurut Hasballah, dengan yang ia miliki saat ini, tak ada benda atau barang berharga apapun yang akan bermakna bagi orang tuanya, yang kini sudah berusia lanjut.

Sehingga atas rezeki yang dilimpahkan kepadanya, ia pun mendaftarkan empat orang tuanya haji pada 2011 silam, yaitu kedua orang tua kandung dan kedua mertuanya. Termasuk dirinya dan istri, Mirwati Hasan.

Bisa mendaftarkan orang tua haji saja sudah cukup membahagiakan bagi pria asal Simpang Tiga ini.

“Kalau saya mau kasih yang lain, apa yang mau kita kasih untuk orang yang sudah tua seperti ini. Paling wakaf atau seperti ini (menaikkan haji) yang bisa kita berikan,” ujar Hasballah.

Sebenarnya Hasballah dan istri sudah pernah berhaji pada 2003 silam. Namun saat ingin mendaftarkan orang tuanya, ia sangat berat hati untuk melepas mereka berangkat haji tanpa ditemani.

Karena berdasarkan pengalamannya dulu, saat berhaji orang-orang saling dorong dan suhu yang panas, ia khawatir keempat orang tuanya tak bisa melewati kondisi itu.

“Di sana orang saling dorong-dorong, dan sangat nafsi-nafsi, saya takut kalau lepas orang tua saja,” ujarnya.

Hal itulah yang jadi alasan dirinya dan istri kembali mendaftar haji juga pada 2011 lalu.

“Jadi dulu kami mendaftar enam orang, tapi sekarang yang berangkat cuma tiga, mamak, saya dan mamak dari anak-anak saya (istri),” ujar Hasballah.

Setelah mendaftar pada 2011, Hasballah tidak terlalu mengambil pusing kapan berangkat, ia juga tahu jika daftar tunggu haji memang lama.

Namun takdir berkata lain, dua tahun setelah mendaftar, ayah kandungnya dipanggil oleh sang khalik.

Lalu tak lama berselang, hanya hitungan tahun, ayah dan ibu mertuanya juga meninggal dunia. Sehingga dalam manifest haji hanya tersisa, Hasballah, Istri dan ibunya. Mereka pun akhirnya berangkat bertiga.

Hari ini, Hasballah bersama istri dan ibunya sudah tiba di tanah suci. Mereka mendarat di Jeddah, Hasballah yang tergabung dalam kloter 4 langsung bertolak ke Mekkah untuk memulai ibadah haji.

Jamaah kloter 4 asal Pidie yang berisi 392 jamaah ini take off dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, pada Sabtu (1/6/2024) malam. []

Previous Post

Bunyi Perubahan Pasal Batas Usia Kepala Daerah Usai Putusan MA

Next Post

Kaitan Aceh dalam Pelarian Polri Buronan Bos Narkoba Nomor 1 Thailand

Next Post
Kaitan Aceh dalam Pelarian Polri Buronan Bos Narkoba Nomor 1 Thailand

Kaitan Aceh dalam Pelarian Polri Buronan Bos Narkoba Nomor 1 Thailand

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kasatgas PRR Janji Percepat Sinergi Bangun Huntap di Desa Sekumur

Kasatgas PRR Janji Percepat Sinergi Bangun Huntap di Desa Sekumur

06/04/2026
Tim BMN Kanwil Kemenag Aceh Gelar Sosialisasi Penatausahaan Persediaan

Tim BMN Kanwil Kemenag Aceh Gelar Sosialisasi Penatausahaan Persediaan

06/04/2026
Muhammad Syuhada; Mantan Aktivis di Bursa Calon Ketua DPC PKB Aceh Timur 2026–2031

Muhammad Syuhada; Mantan Aktivis di Bursa Calon Ketua DPC PKB Aceh Timur 2026–2031

06/04/2026
Satlantas Polres Aceh Barat Tingkatkan Kehadiran Polisi dan Cegah Laka Lantas

Satlantas Polres Aceh Barat Tingkatkan Kehadiran Polisi dan Cegah Laka Lantas

06/04/2026
Pemkab Aceh Tengah Tegaskan Surat Bantuan Pasca Banjir Adalah Hoaks

Pemkab Aceh Tengah Tegaskan Surat Bantuan Pasca Banjir Adalah Hoaks

06/04/2026

Terpopuler

Kisah Petani Pidie Berangkat Haji Bersama Orangtuanya yang Sepuh

Kisah Petani Pidie Berangkat Haji Bersama Orangtuanya yang Sepuh

02/06/2024

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com