Aceh Selatan-Warga Sawang rindukan dua sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat serta menjadi perbincangan sampai saat ini di tengah-tengah masyarakat
Sosok mantan Camat, Suhaimi Salihin dan Masriadi yang terus dirindukan oleh warga Kecamatan Sawang,kabupaten Aceh selatan. Bukan tanpa alasan, kedua anak muda ini mampu menggerakkan masyarakat petani untuk lebih produktif,setiap persoalan yang dihadapi oleh petani mampu diatasi dan paling terkesan adalah kedua sosok ini tidak segan-segan untuk terjun langsung kelahan warga,bergaul dengan semua kalangan membuat masyarakat terkesima dan percaya diri mulai tumbuh di masyarakat.
Salah seeorang warga, Muksal mengatakan. Mampu memotivasi masyarakat agar lebih giat dan mematuhi aturan yang dibuat bersama dan mendorong para pegawainya agar lebih humanis dengan masyarakat bawah,maka mereka sampai saat ini masih merindukan sosok kepemimpinan yang tegas tapi lembut dan mau turun langsung kebawah menemui masyarakat.
Diceritakan, sosok yang mampu menjadi pengayom bagi masyarakat ini, telah banyak membantu perekonomian warga Sawang,khusus nya para petani.
“Sejak dipimpin kedua anak muda ini, menggerakkan masyarakat bergotongroyong dan menciptakan program yang menyentuh langsung kepada perekonomian masyatakat,”ungkap muksal.
Menurutnya, sosok yang rendah hati ini mampu menyentuh hati masyarakat sehingga kedua sosok pemimpin tersebut selalu dirindukan sampai saat ini.
“Kami merasa kehilangan, begitu tahu ditarik ke Kabupaten, untuk menempati jabatan baru. Saat itu, kami pada dasarnya sangat keberatan,rasanya kedua sosok ini seharusnya berlama-lama bertugas di sawang kalau dibolehkan,namun kami sadar mungkin tenaga beliau dibutuhkan oleh daerah ini. Kami juga bangga tenaganya dibutuhkan untuk kapasitas yang lebih besar,” ungkap nya.
“Meski saat itu, kepada Bupati warga meminta untuk tidak dipindahkan dulu. Namun, karena ada tenaganya dibutuhkan, kami mengikhlaskannya. Kalau boleh kami minta, pak Masriadi dan pak Suhaimi salahsatu dari mereka dikembalikan saja kesini, agar kami merasakan sosok pengayom yang di idamkan oleh masyarakat kami,” tutup muksal.










