BANDA ACEH – Eks tentara GAM, Ridha Maheng Indrapuri, mengingatkan Penjabat Gubernur Aceh, Safrizal, agar tidak bermanuver dalam kepentingan pribadi yang telah membuat kegaduhan dan stabilitas pasca Pilkada tidak stabil.
Hal ini disampaikan Ridha Maheng, kepada para wartawan, Rabu 25 Desember 2024.
“Tugas penjabat gubernur di Aceh hanya urusan PON dan Pilkada, apa urusan Penjabat ambisius menggarap BPMA,” kata Ridha, Rabu 25 Desember 2024.
Menurutnya, Ketua Komisi Pengawas BPMA H Muzakir Manaf telah mengirim surat kepada Penjabat Gubernur Aceh agar menunda Seleksi Kepala BPMA, tetapi Penjabat Gubernur Aceh tetap bergaya “ jurus mabuk “ bermanuver terkait penatapan kepala BPMA.
“Penjabat Gubernur tidak sadar 42 hari lagi kekuasaannya telah usai, dan faktanya ianya telah menyebabkan instabilitas Politik dan keamanan. “
“Kami tegaskan segera hentikan urusan seleksi Kepala BPMA. Sebelum kami mengepung kantor Gubernur Aceh demi menjaga marwah gubernur Aceh terpilih Muzakir Manaf.”
“42 hari masa tugas Penjabat Gubernur Aceh, bila terus bermanuver terkait kepala BPMA akan merugikan Aceh selama 5 tahun. Pj Gubernur anda tidak punya legitimasi dari rakyat Aceh karena anda bertugas karena dtunjuk bukan dipilih oleh rakyat Aceh. Segara berhenti dan hentikan para pelanduk / calo yang bergentangan dalam urusan lobi Kepala BPMA,” ujarnya lagi.










