Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Ramai-ramai “Kabur Aja Dulu”

redaksi by redaksi
24/02/2025
in Opini
0
[Opini] Ramai-ramai “Kabur Aja Dulu”

Oleh Hafizhuddin Islamy. Penulis adalah alumni Prodi PAI UIN Ar-Raniry sedang menempuh pendidikan di Turki.

Beberapa waktu yang lalu jagat media sosial dipenuhi dengan tagar kabur aja dulu. Tagar ini muncul dan langsung viral di berbagai pelataran media sosial seperti X. Kabur aja dulu, bukanlah sebuah tagar yang muncul secara kebetulan atau tiba-tiba.

Kabur aja dulu adalah sebuah bentuk ekspresi ungkapan kekecewaan dan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi Indonesia hari ini. Tagar ini muncul berbarengan dengan ajakan bagi anak-anak muda Indonesia untuk memilih melanjutkan karir di luar negeri baik untuk belajar ataupun bekerja.

Hal ini sejalan dengan realita yang terjadi dimana ketersediaan lapangan pekerjaan yang sangat terbatas sedangkan jumlah tenaga kerja sudah tidak tertampung lagi. Ketika ada sebuah lowongan pekerjaan yang dibuka pada sebuah instansi maka pendaftarnya akan mencapai ribuan orang sedangkan jumlah pekerja yang dibutuhkan mungkin cuma belasan orang saja.

Terbatasnya Pekerjaan yang dianggap Layak

Pada dasarnya ada banyak jenis profesi pekerjaan yang bisa ditekuni. Namun tentu dalam memilih pekerjaan yang tepat orang-orang akan berpikir dan menyesuaikan pekerjaan tersebut dengan latar belakangnya. Pertimbangan ini dilakukan dengan harapan supaya pekerjaan yang akan dijalani nantinya dapat dijalankan dengan lebih mudah serta dipahami dengan baik.

Kemudian hal selanjutnya yang menjadi pertimbangan masyarakat hari ini adalah penghasilan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pekerjaan yang paling diincar adalah pekerjaan yang memiliki angka penghasilan tinggi dan dianggap bisa menunjang kebutuhan hidup yang mencukupi. Sedangkan profesi yang dianggap memiliki penghasilan kurang mencukupi sudah pasti tidak akan dilirik dan diminati oleh masyarakat ramai.

Sebagai contoh beberapa bulan lalu ketika pendaftaran CPNS dibuka, puluhan ribu orang dari berbagai kalangan usia ikut mendaftar. Menjadi PNS masih menjadi primadona dan cita-cita para orang tua untuk anak-anaknya. Pegawai Negeri Sipil juga masih menjadi idamannya para mertua dalam memilih menantu. Setidaknya hal-hal seperti inilah yang masih terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Terfokus dan tertujunya satu arah cara berpikir masyarakat dalam memilih profesi seperti ini seakan akan memberikan kesan pekerjaan yang lain tidak layak. Pertanyaan yang muncul adalah “Apakah tidak apa-apa jika tidak PNS?”. Tentu saja jawabannya tidak apa-apa, lapangan pekerjaan sebenarnya terbuka dengan catatan kita melihat hal ini dengan sudut pandang yang benar walaupun berusaha untuk lulus CPNS juga bukan hal yang salah pastinya.

Sementara itu, kita tahu bahwa walaupun lapangan kerja sekarang memang sempit dan terbatas, akan tetapi bukan berarti peluang kerja itu tidak ada. Namun untuk bisa bekerja ditempat dengan penghasilan yang memadai tentu dibutuhkan persiapan matang. Banyak hal yang harus dipelajari agar bisa lulus dalam seleksi seleksi yang akan diikuti dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi saat ini.

Memilih Berkarir di Luar Negeri

Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan memilih melanjutkan karir keluar negeri. Namun untuk mulai meniti karir keluar negeri ada banyak hal yang terlebih dahulu harus dipersiapkan matang-matang. Hal-hal tersebut dimulai seperti pemantapan bahasa, kualifikasi bidang pekerjaan yang ingin digeluti, langkah-langkah serta hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menunjang kehidupan diluar negeri.

Tentu saja hal-hal seperti ini perlu dipikirkan dan dipersiapkan matang-matang sejak jauh-jauh hari apabila hendak memilih melanjutkan hidup keluar negeri. Belum lagi harus siap meninggalkan semua hal yang ada di Indonesia seperti keluarga dan hal-hal lainnya. Karena jika memilih keluar negeri sudah pasti kondisinya akan sangat sangat berbeda dengan kondisi di tanah air. Kita dituntut untuk secepat mungkin harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru guna menjalani kehidupan normal kembali sebagaimana biasanya.

Intinya tidak ada yang salah jika punya keinginan untuk melanjutkan karir atau sekedar mencari pengalaman keluar negeri. Pasti akan banyak hal baru yang bisa dijumpai dan dipelajari selama hidup diluar negeri dimana hal-hal tersebut mungkin selama ini belum pernah kita lihat di Indonesia. Asalkan siap dan sanggup menghadapi segala resiko dan konsekuensi pastinya.

Perbanyak Syukur dan Terus Berjuang

Kurangnya lapangan kerja memang menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi masyarakat terutama generasi muda. Wajar jika mereka berpikir bahwa Indonesia saat ini sudah tidak ramah lagi sebagai tempat bekerja ataupun melanjutkan hidup. Setiap tahunnya puluhan kampus meluluskan ribuan sarjana-sarjana baru yang siap untuk penempatan kerja, namun sayang ketersediaan lapangan kerja masih sangat-sangat terbatas.

Kita sebagai rakyat berharap semoga hal ini menjadi evaluasi bagi pemerintah supaya bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dengan kebijakan kebijakan yang pro terhadap rakyat. Semoga situasi yang sedang terjadi di negara kita hari ini juga merupakan langkah menuju Indonesia yang lebih baik. Sebagaimana kata pepatah “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.

Pastinya tidak mudah untuk menjadi sebuah negara maju. Tapi kita jangan lupa membaca sejarah bagaimana terpuruknya Singapura, Korea bahkan Jepang sebelum menjadi seperti sekarang. Hal yang besar tidak pernah dimulai dengan sesuatu yang mudah.

Bagi masyarakat yang hari ini belum memiliki pekerjaan, saatnya untuk lebih meningkatkan lagi usahanya. Lawan rasa malas yang ada dalam diri, karena salah satu musuh terbesar manusia adalah rasa malas itu sendiri. Untuk yang sudah memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap ataupun tidak, syukur kepada Allah untuk apa yang telah berhasil dicapai. Karena terkadang posisi yang berhasil kita raih hari ini adalah hal yang orang lain idam-idamkan diluar sana. Perjuangan tentunya harus terus berlanjut dengan usaha maksimal seraya berdoa kepada Allah Swt demi hidup yang lebih baik.

Langkah yang sama-sama harus terus kita lakukan adalah terus meningkatkan kemampuan diri dalam berbagai aspek. Asah skill dan bakat yang dimiliki, karena mau tidak mau kita harus siap bertarung dalam menghadapi tantangan persaingan lapangan kerja dengan kondisi hari ini. []

Previous Post

Awal Ramadan, Kakanwil: Tunggu Pengumuman Resmi Menag RI

Next Post

Wakil Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus KABY Periode 2024-2025

Next Post
Wakil Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus KABY Periode 2024-2025

Wakil Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus KABY Periode 2024-2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Riza Boim Pegang Mandat, SMSI Pidie Segera Terbentuk

Riza Boim Pegang Mandat, SMSI Pidie Segera Terbentuk

08/04/2026
Nyan, Keuchik Di Kabupaten Pidie Bakal Naik Motor Rp.35 Juta

Nyan, Keuchik Di Kabupaten Pidie Bakal Naik Motor Rp.35 Juta

08/04/2026
96 Persen Siswa MAN 3 Aceh Besar Lolos SPAN PTKIN Pilihan Pertama

96 Persen Siswa MAN 3 Aceh Besar Lolos SPAN PTKIN Pilihan Pertama

08/04/2026
UNISAI Jalin Kerja Sama Strategis dengan USK dalam Penguatan Penjaminan Mutu

UNISAI Jalin Kerja Sama Strategis dengan USK dalam Penguatan Penjaminan Mutu

08/04/2026
Wabup Muchsin Beri Dukungan Moril Pada Peserta Perdana TKA SMP Negeri 1 Takengon

Wabup Muchsin Beri Dukungan Moril Pada Peserta Perdana TKA SMP Negeri 1 Takengon

08/04/2026

Terpopuler

Abang Samalanga Bilang ‘Pokir Dilindungi Undang-undang’ dengan Nada Tinggi ke Kapolda, Ada Apa?

Benarkah Polisi Mulai Telisik Satu Persatu ‘Pokir’ Abang Samalanga?

07/04/2026

Bicara Tentang IPM, MPD Abdya Lakukan Pertemuan dengan Dinas Pendidikan

Abang Samalanga Bilang ‘Pokir Dilindungi Undang-undang’ dengan Nada Tinggi ke Kapolda, Ada Apa?

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com