Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Ramadhan Bulan Pendidikan

redaksi by redaksi
01/03/2025
in Opini
0
[Opini] Ramadhan Bulan Pendidikan

Oleh Dr. Safwan, S. Pd.I, M. Ag. Pakar Pendidikan Aceh dan Ketua Pembina LP2A.

Puasa pada bulan ramadhan merupakan usaha yang diniati secara sengaja untuk melakukan perubahan perilaku dari manusia beriman menjadi manusia yang bertaqwa. Nilai yang sangat mendasar dari ibadah puasa adalah meraih taqwa, karena taqwa merupakan suatu kesadaran pada diri seseorang yang senantiasa menghadirkan Allah Swt. kapanpun dan dimanapun berada.

Allah Swt, menyediakan bulan Ramadhan sebagai madrasah bagi kaum beriman untuk memusatkan dirinya mengisi ulang keimanan dan takwa sebagai sarana pembangunan akhlak yang menjadi pusat kendali arah bagi pembangunan fisik dan sumber daya manusia muslim.

Sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat korelasi antara puasa dengan ketaqwaan, korelasi tersebut dapat dilihat dari empat dimensi, pertama puasa menuntut orang yang menjalankannya untuk menahan diri dari hasrat-hasrat biologis kebutuhan vital tubuh demi mengimplementasikan perintah Allah dan mendekatkan diri padaNya. Tuntutan ini hanya bisa dipenuhi dengan peran ketaqwaan, rasa takut dan ketaatan kepada Allah. Kedua, puasa tercermin dalam hal-hal negatif yang hanya diketahui Allah, tidak terlihat orang lain. Dengan demikian, orang yang berpuasa ini benar-benar tulus demi mencari ridha Allah tanpa dikotori noda-nodanya. Ketiga, orang yang sedang berpuasa ia menahan diri dari makan dan minum sehingga dapat menurunkan kekuatan tubuh sekaligus melemahkan pengaruh kekuatan ini pada seorang hamba. Ketika kekuatan dan pengaruh kekuatan ini melemah dalam diri seseorang maka nafsunya juga ikut melemah dan jiwanya bersih, maka ketaqwaannya meningkat dan jauh dari perbuatan-perbuatan maksiat karena Sebagian besar perbuatan maksiat datang dari tubuh dan hawa nafsu. Keempat, puasa melatih keinginan untuk menguasai hasrat dan hawa nafsu, sehingga seseorang mendapatkan kekuatan kekebalan terhadap hasrat dan hawa nafsu ini pada saat tidak berpuasa. Disaat seseorang berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, peranan puasa tersebut sama dengan peranan plasma darah (serum) dalam melindungi tubuh. Sebagaimana halnya plasma yang bekerja memberikan daya tahan pada tubuh yang membuatnya mampu melawan jenis-jenis kuman tertentu, maka puasa pun memberikan kekuatan (kekebalan) pada jiwa yang membuatnya mampu melawan hawa nafsunya.

Allah SWT mewajibkan puasa kepada hambanya yang terpilih, yaitu hamba-hambanya yang beriman, hal ini tertuang dalam firman Allah SWT dalam al-Quran: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.(al-Baqarah: 183). Pada awal ayat tersebut jelas sekali bahwa Allah SWT memanggil hamba-hambanya yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa, hal ini karena jika kita tidak beriman maka kecil kemungkinan untuk dapat melaksanakan puasa dengan baik. Puasa adalah ibadah sirriyah, yang hanya bisa diketahui oleh seorang hamba dan tuhanNya, siapa yang dapat menjamin dan memastikan seseorang saat ini sedang berpuasa, karena ciri-ciri orang yang berpuasa tidak dapat di deskripsikan secara fisik. Seseorang yang beriman akan tetap berpuasa walaupun ada kesempatan untuk makan dan minum atau berbuka juga ketika tidak ada orang yang melihatnya. Di sinilah fungsi pentingnya iman dalam ibadah puasa, yaitu sebagai dasar yang kuat dalam melaksanakan puasa yang baik dan benar. Dengan demikian maka, ibadah puasa dapat mempertebal keimanan seorang hamba, di samping masih banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dengan berpuasa.

Kemudian Bulan ramadlan disebut pula dengan Syahru at-Tarbiyyah atau bulan Pendidikan, karena Ketika berpuasa kita dididik dan dilatih berbagai hal, diantaranya adalah Pendidikan kedisiplinan. Diantaranya adalah disiplin pada waktu berbuka, disiplin pada waktu makan sahur, disiplin menaati aturan atau ketentuan-ketentuan lain agar tidak membatalkan puasa. Disiplin pada saat berbuka tergambar dalam hal waktu, karena walaupun kurang satu detik sekalipun, tapi kalau belum masuk waktu shalat maghrib maka kita belum boleh berbuka, begitu juga pada saat sahur, walaupun makanan masih tersedia banyak di piring dan seenak apapun makanan itu, namun kemudian waktu sahur sudah habis, maka wajib kita berhenti makan sahur, tepat waktu inilah sebagai Pendidikan dan Latihan dalam kedisiplinan.

Pendidikan yang lainnya yaitu pendidikan kejujuran, hal ini dapat dirasakan oleh setiap orang yang berpuasa, walaupun ada kesempatan untuk makan dan minum, namun hal tersebut tidak dilakukan, kita dilatih untuk jujur walaupun dalam keadaan sendirian misalnya dan memungkinkan kita untuk berbohong dengan cara makan serta minum dan setelah itu kita mengaku masih berpuasa kepada semua orang, begitu juga kebohongan-kebohongan yang lain, sangat mungkin untuk dilakukan.

Pendidikan selanjutnya bagi orang yang berpuasa yaitu pendidikan untuk mengendalikan hawa nafsu dan amarah. Sudah menjadi fitrah manusia dianugerahi dengan hawa nafsu atau keinginan yang bersifat menyimpang, begitu juga amarah yang sangat mudah terpancing sewaktu-waktu terhadap apa yang dirasakan kurang tepat dengan kehendak dan angan-angan. Dalam berpuasa kita diharuskan untuk selalu mengekang hawa nafsu atau keinginan-keinginan yang dapat membatalkan puasa, begitu juga amarah yang sewaktu-waktu dapat meluap. Pada saat berpuasa kita pasti merasakan keinginan untuk makan ini dan itu, apalagi Ketika melihat makanan atau minuman pasti timbul keinginan untuk melahap semuanya, namun Ketika waktu magrib tiba, cukuplah segelas minuman dan sepiring nasi yang dinikmati, Adapun makanan-makanan yang lainnya sudah tidak bisa lagi tertampung dalam perut kita. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai gambaran keinginan kita terhadap harta benda, kita ingin mencari harta benda sebanyak-banyaknya, sehingga kadang segala cara digunakan, padahal Ketika kita meninggal nanti, cukuplah kain kafan yang akan dibawa.

Pendidikan yang lain yaitu, pada saat berpuasa kita dididik untuk mempunyai rasa empati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berpuasa kita merasakan lapar dan dahaga, sama seperti yang dirasakan oleh mereka yang dalam seharian belum mendapatkan makanan karena ketidak mampuan dalam harta. Dengan kita merasakan apa yang mereka rasakan, maka akan memunculkan rasa empati dan jiwa social yang tinggi. Disamping itu kita juga dianjurkan untuk memperbanyak shadaqah di bulan ramadhan ini, bahkan dalam sebuah hadis diriwayatkan: Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad).

Ibadah puasa yang kita laksanakan selama satu bulan penuh ini, bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga semata, melainkan kita dididik dan dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik, diantaranya dengan membiasakan untuk disiplin, menahan amarah, mengekang hawa nafsu, memiliki rasa empati dan masih banyak lagi perilaku baik yang lainnya. Dan seharusnya hal tersebut dapat kita perbuat dan pertahankan bukan hanya di bulan ramadhan ini, melainkan di sebelas bulan yang lainnya, jika sikap dan prilaku tersebut dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka insya Allah kita akan menjadi mukmin yang sejati. []

Previous Post

Semarakkan Ramadhan, IPARI Bireuen Gelar Safari di Tiga Lokasi

Next Post

Ribuan Jemaah Padati Masjid Baiturrahman Banda Aceh Salat Tarawih Perdana

Next Post
Ribuan Jemaah Padati Masjid Baiturrahman Banda Aceh Salat Tarawih Perdana

Ribuan Jemaah Padati Masjid Baiturrahman Banda Aceh Salat Tarawih Perdana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Abang Samalanga Bilang ‘Pokir Dilindungi Undang-undang’ dengan Nada Tinggi ke Kapolda, Ada Apa?

Abang Samalanga Bilang ‘Pokir Dilindungi Undang-undang’ dengan Nada Tinggi ke Kapolda, Ada Apa?

07/04/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen Sosialiasai Kuliah dan Study Tour ke Luar Negeri

Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen Sosialiasai Kuliah dan Study Tour ke Luar Negeri

07/04/2026
Krak, Warga Aceh Tengah Kini Bisa Berobat dengan BPJS di RS Gayo Medical Center

Krak, Warga Aceh Tengah Kini Bisa Berobat dengan BPJS di RS Gayo Medical Center

07/04/2026
Belajar Ilmu Falak, Ratusan Siswa MIN 8 Banda Aceh Kunjungi Observatorium Tgk Chik Kuta Karang

Belajar Ilmu Falak, Ratusan Siswa MIN 8 Banda Aceh Kunjungi Observatorium Tgk Chik Kuta Karang

07/04/2026
Pencuri Perhiasan Lansia di Kluet Utara Diringkus Polisi

Pencuri Perhiasan Lansia di Kluet Utara Diringkus Polisi

07/04/2026

Terpopuler

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

27/11/2023

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

Akademisi USK Nilai Pemangkasan Jumlah Penerima JKA Bentuk Lemahnya Kinerja DPR Aceh

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Putra Abdya Luncurkan Buku ‘Manusia yang Tak Sekedar Hidup’

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com