“Harta, tahta dan Wanita.”
Tiga poin ini merupakan kesenangan duniawi yang selalu dikejar oleh manusia. Siapapun dia, akan tunduk ketika dihadapkan dengan harta dan tahta. Konon lagi jika berurusan dengan ‘selangkangan.”
Bahkan, dalam bahasa satir, Adam sendiri ‘dibuang’ ke dunia juga karena pengaruh seorang wanita.
Memiliki harta yang banyak merupakan tanggungjawab yang besar. Konon lagi jika kemudian diberi amanah kekuasaan.
Salah satu contohnya adalah Eliot Laurence Spitzer. Pria ini lahir 10 Juni 1959.
Eliot adalah pengacara dan politikus Amerika asal partai Demokrat. Pada 1 Januari 1999-31 Desember 2006, ia menjabat Jaksa Agung Negara Bagian New York. Ia kemudian menjabat Gubernur New York dari 1 Januari 2007 hingga 17 Maret 2008.
Eliot merupakan keturunan Yahudi-Austria ini memiliki tiga anak perempuan dari pernikahannya dengan Silda Wall.
Eliot merupakan Gubernur New York yang dikenal sangat pandai berpidato. Konon, publik seolah terbius saat dia berbicara. Dia mendengung-dengungkan akan menindak para pelaku korupsi, dan berjanji akan membangun reputasi yang baik serta menjaga kesucian keluarga, ternyata telah bertindak sebaliknya.
Ironisnya, justru kasus korupsi penyimpangan keuangan justru melibatkan dirinya. Dalam penyelidikan yang dilakukan, ternyata telah terjadi penyimpangan keuangan dalam rekeningnya yang diberi tanda merah. Dia disebut munafik dan pembohong, dan karier politiknya pun langsung selesai.
Awalnya, public Amerika berharap Eliot menjadi tokoh dunia. Namun semua akhirnya kandas.
Pada 11 Maret 2008 WIB, ia menggelar jumpa pers menjawab tudingan The New York Times mengenai keterlibatannya dalam jaringan prostitusi kelas tinggi bernama Emperors Club VIP. Situs Emperors biasa menayangkan foto-foto para pekerja seks komersial dengan wajah merintih, dengan tarif tinggi sekitar 5.500 dollar AS (Rp 52,3 juta) per jam.
Pada awal Maret 2008 ia dilaporkan The New York Times pernah bertemu dengan para pekerja seks komersial untuk kalangan atas Eropa dan Amerika itu di sebuah hotel di Washington DC.
Selain kontroversi mengenai keterlibatannya dalam prostitusi kelas tinggi, lulusan Universitas Princeton dan Harvard ini juga mengundang kontroversi saat mengeluarkan surat izin mengemudi bagi para imigran ilegal dan mengusulkan undang-undang yang melegalkan perkawinan homoseks maupun lesbian.
Ironisnya, tahun 2004, ia pernah menjadi bagian dari tim penyelidik New York City yang menangkap 18 orang yang terlibat promosi prostitusi. Akibat keterlibatannya dengan jaringan prostitusi ini, Spitzer mengumumkan pengunduran dirinya pada 12 Maret 2008 (pengunduran dirinya berlaku mulai 17 Maret 2008). Ia digantikan oleh Letnan (Wakil) Gubernur David Paterson, yang menjadi gubernur berkulit hitam dan gubernur buta pertama di New York.











