Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

BKSDA Tangani Interaksi Negatif Harimau Pemangsa Sapi di Aceh Timur

redaksi by redaksi
14/05/2025
in Lintas Timur
0
BKSDA Tangani Interaksi Negatif Harimau Pemangsa Sapi di Aceh Timur

Arsip foto - Polisi menunjukkan lokasi penemuan bangkai sapi setelah dimangsa harimau sumatra di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. ANTARA/HO-Polres Aceh Timur

Banda Aceh – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menangani interaksi negatif harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang dilaporkan memangsa ternak sapi di Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh Teuku Irmansyah yang dihubungi dari Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu, mengatakan penanganan tersebut merupakan respons terhadap keresahan masyarakat adanya interaksi negatif harimau sumatra di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

“Kami sudah menurunkan tim menangani interaksi negatif harimau sumatra, karena satwa liar tersebut dilaporkan memangsa seekor sapi di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur,” kata Teuku Irmansyah.

Sebelumnya, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengatakan seekor sapi milik Kepala Desa Blang Nisam Sabidin dimangsa harimau sumatra. Bangkai sapi ditemukan dengan sejumlah luka bekas gigitan harimau sumatra pada Senin (12/5) pagi.

Teuku Irmansyah mengatakan tim dari Resor Konservasi Langsa sudah dikerahkan ke lokasi. Tim bersama personel Polsek dan Koramil setempat juga sudah memeriksa di sekitar lokasi penemuan bangkai.

“Dari hasil pemeriksaan lapangan, bangkai sapi tersebut dimangsa harimau dan juga ditemukan jejak kakinya. Namun, jejak kaki harimau tersebut tersebut diperkirakan sudah lama,” katanya.

Tim bersama pihak terkait lainnya terus memantau di sekitar lokasi guna memastikan apakah harimau masih berada di sekitar wilayah tersebut atau sudah menjauh.

Ia menyebutkan lokasi penemuan bangkai sapi jauh dari pemukiman penduduk. Lokasi penemuan bangkai berada di tengah perkebunan sawit yang masuk areal penggunaan lainnya. Jarak lokasi tersebut sekitar 17 kilometer dari kawasan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat agar mengandangkan ternaknya di sore hari serta menjaga di malam hari guna mencegah gangguan harimau. Apalagi lokasinya di tengah perkebunan sawit dan jauh dari pemukiman penduduk,” katanya.

Berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), harimau sumatra merupakan satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera tersebut berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Kemudian, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Di samping itu, aktivitas ilegal lainnya juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

Sumber: antara

Previous Post

Gebrakan ‘Putra Aceh’ di PA Tebing Tinggi; Peningkatan Layanan Bagi Penyandang Disabilitas

Next Post

Koperasi Merah Putih Kepala Bandar Resmi Dibentuk, Faisal Sebagai Ketua

Next Post
Koperasi Merah Putih Kepala Bandar Resmi Dibentuk, Faisal Sebagai Ketua

Koperasi Merah Putih Kepala Bandar Resmi Dibentuk, Faisal Sebagai Ketua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

30/03/2026
Distan Aceh Utara Intensifkan Sawah Tak Terdampak Bencana

Distan Aceh Utara Intensifkan Sawah Tak Terdampak Bencana

30/03/2026
Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”:  Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

30/03/2026
Tiga Rumah di Bener Meriah Terbakar

Tiga Rumah di Bener Meriah Terbakar

30/03/2026
Jembatan Bailey Kala Ili Linge dan Bergang Ketol Ditargetkan Selesai 20 Hari

Jembatan Bailey Kala Ili Linge dan Bergang Ketol Ditargetkan Selesai 20 Hari

30/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Rumah Warga Abdya di Banda Aceh Dijarah Maling, Warga Minta Polisi Serius

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

BKSDA Tangani Interaksi Negatif Harimau Pemangsa Sapi di Aceh Timur

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com