SIGLI – Sederetan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jabal Ghafur pada Jum’at(16/5) di Gedung Biro Rektorat dan berlanjut ke Kantor Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur, Keunire, Senin(19/5), menuai respon beragam dari masyarakat Pidie pada umumnya dan alumni Universitas Jabal Ghafur.
Diberita sebelumnya, para mahasiswa kecewa dan kemudian menyegel kantor yayasan dikarenakan tidak ada satupun pengurus yayasan yang menjumpai pada demonstran saat itu.
Aksi ini dipicu oleh beberapa kebijakan yayasan yang terkesan sepihak dalam menerapkan keputusan terkait penggabungan beberapa fakultas.
Para mahasiswa juga menuntut transparansi pihak Yayasan tentang penyaluran beasiswa KIP, kurangnya fasilitas belajar mengajar, pengelolaan keuangan organisasi mahasiswa dan fasilitas yang memadai untuk Kampus B Meureudu.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Jabal Ghafur, Syah Reza, S.Pd meminta kepada pihak Rektorat dan Yayasan untuk merespon tuntutan para mahasiswa tersebut.
“Seharusnya pihak Yayasan menjumpai para demonstran untuk menghormati dan memberi penjelasan pada setiap poin tuntutan para mahasiswa,” kata Reza Acoy Ketua Umum Alumni dalam keterangan tertulisnya, Senin 19 Mei 2025.
Aksi demonstrasi tersebut juga mengakibatkan terhentinya proses belajar mengajar di kampus dan ini berdampak negatif terhadap citra kampus. Apalagi saat ini sedang berlangsung proses penerimaan calon mahasiswa baru, tentu ini akan memberi dampak buruk terhadap pandangan masyarakat dan calon mahasiswa yang ingin berkuliah di Unigha.
“Terkait dengan penggabungan beberapa fakultas seharusnya merujuk pada diskusi, analisis dan kajian mendalam dan implikasi dari sebuah keputusan. Ini harus melibatkan sejumlah unsur akademik sebelum diputuskan,” jelas Reza Acoi.
Dalam pada itu, ketua alumni mengajak para mahasiswa untuk melakukan aksi secara damai tanpa melakukan tindakan anarkis. Ia juga meminta mahasiswa untuk menjaga nama baik kampus Unigha yang kita cintai.
“Sebagai alumni, saya mendukung apa yang dilakukan oleh mahasiswa. Selama itu memang perlu diperjuangkan, maka perjuangankanlah. Yang penting tetap menjaga batas dan norma sebagai seorang mahasiswa,” tutupnya.[Mul]










