BLANGPIDIE – Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, MM membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dalam menyemarakkan HUT Ke-23 Kabupaten Abdya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur, tepatnya di Gampong Seunaloh Kecamatan Blangpidie kabupaten setempat, Kamis (22/05/2015) malam.
Dalam sambutannya, Zaman Akli menyebutkan, perjalanan 23 tahun Kabupaten Abdya tentu bukanlah waktu yang singkat. Banyak suka dan duka, perjuangan, dan pengorbanan yang telah dilalui bersama.
“Maka malam ini, kita tidak hanya mensyukuri atas usia daerah ini, tetapi juga mensyukuri semangat kebersamaan, semangat pembangunan, dan terutama semangat religiusitas yang telah menjadi denyut nadi masyarakat Abdya sejak dahulu hingga sekarang,” kata Zaman Akli.
Penyelenggaraan MTQ ini, jelas bukanlah sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, bukan pula semata-mata kegiatan semarak untuk memeriahkan HUT ke-23 Abdya.
“Kegiatan ini lebih dari itu, MTQ adalah panggung syiar, panggung dakwah, dan panggung peradaban. Di atas mimbar ini, ayat-ayat Allah dilantunkan, direnungkan, dan disebarluaskan ke seluruh penjuru negeri,” ucapnya.
Karena itu, ia mengajak semua agar menjadikan MTQ ini sebagai momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan pemerintahan.
“Jangan biarkan Al-Qur’an hanya dilagukan suaranya, tetapi sepi dari pengamalan isinya. Kita harus terus berupaya agar nilai-nilai Qur’ani benar-benar membumi di Bumoe Teungku Peukan ini,” tuturnya.
Kabupaten Abdya, memiliki kekayaan budaya dan keagamaan yang begitu kuat. Tradisi mengaji, mengkaji, dan mengamalkan Al-Qur’an telah tumbuh sejak lama.
“Maka pelaksanaan MTQ ini adalah bagian dari warisan yang harus terus kita jaga dan kita kembangkan, terutama untuk generasi muda kita,” ujarnya.
“Kami yakin dan percaya, dengan pembinaan yang berkelanjutan, Abdya akan terus melahirkan qari-qariah, hafizh-hafizhah, mufassir-mufassirah, serta kader-kader dakwah Qur’ani yang mampu bersaing di tingkat provinsi, bahkan nasional,” tambah Zaman Akli.
Pemerintah Kabupaten Abdya akan terus mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan Al-Qur’an, baik melalui pesantren, dayah, rumah tahfidz, maupun lembaga pendidikan formal lainnya.
“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan aktif sehingga terlaksananya kegiatan MTQ ini, mulai dari panitia pelaksana, dewan hakim, para peserta, aparat keamanan, hingga masyarakat yang telah memberikan dukungan dan sambutan yang luar biasa,” ucapnya.
Ia berharap pelaksanaan MTQ ini tidak hanya berlangsung meriah di lapangan, tetapi juga memberikan dampak spiritual dan sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Mari kita jaga suasana yang kondusif, kita sambut MTQ ini dengan hati yang bersih, dengan akhlak yang mulia, dan dengan semangat silaturahmi yang tinggi. Kepada para peserta, kami ucapkan selamat berlomba. Tampilkan kemampuan terbaik, bukan untuk mengejar juara semata, tetapi untuk mencari ridha Allah SWT,” pungkas Zaman Akli.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ HUT ke-23 Abdya, Tgk. Mursyidin. Z, menyampaikan, ada empat cabang perlombaan yang dilaksanakan pada MTQ ini, yaitu Cabang Tilawatil Qur’an (putra putri), Qiraah Sab’ah (putra putri), Hifzil Quran (putra putri), dan Syarhil Quran (putra putri).
Kegiatan itu , kata Tgk Mursyidin, berlangsung selama tiga hari tiga malam, yang diikuti oleh sembilan kafilah dari sembilan Kecamatan.
“Untuk peserta putra sebanyak 103 orang, putri 86 orang,” ucap Tgk Mursyidin.
Amatan awak media di lokasi, kegiatan tersebut berlangsung meriah, ribuan masyarakat hadir pada syiar tersebut.Banyak para pelaku UKM yang ikut menjajal dangannya di tiap sisi tempat kegiatan hingga menambahkan warna dan suasana menjadi lebih hidup.










