Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Pendamping Gampong di Tengah Krisis Partisipasi dan Transparansi

redaksi by redaksi
08/06/2025
in Opini
0
[Opini] Pendamping Gampong di Tengah Krisis Partisipasi dan Transparansi

Oleh Riskia Ananda Putri. Penulis adalah mahasiswi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry.

Pembangunan gampong dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan pesat, terutama sejak bergulirnya Program Dana Desa. Banyak jalan dibuka, balai desa dibangun, dan berbagai kegiatan pemberdayaan dilaksanakan. Namun, satu hal yang masih menjadi persoalan serius adalah minimnya partisipasi warga dan lemahnya transparansi pengelolaan dana desa.

Musyawarah Gampong, yang seharusnya menjadi wadah utama untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, tak jarang hanya formalitas. Keputusan kerap diambil oleh segelintir elite desa, sementara warga hanya menjadi pendengar pasif. Di tengah situasi ini, pendamping gampong berada di posisi strategis sekaligus rentan.

Pendamping Peran Strategis di Garis Tengah
Secara ideal, pendamping gampong hadir untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai prinsip partisipatif dan akuntabel. Mereka bukan hanya fasilitator teknis, tetapi juga agen pemberdayaan dan pendukung demokratisasi desa. Namun kenyataan di lapangan sering tidak semudah teori.

Banyak pendamping yang harus menghadapi tekanan dari pihak tertentu ketika mencoba mendorong transparansi atau menyuarakan aspirasi masyarakat yang dianggap “mengganggu arus”. Beberapa bahkan mengalami intimidasi ketika berupaya membuka akses informasi kepada warga.

Krisis Partisipasi: Warga Sekadar Pelengkap
Partisipasi masyarakat adalah jantung pembangunan gampong. Namun ketika partisipasi dimaknai hanya sebagai kehadiran dalam forum, bukan keterlibatan nyata dalam pengambilan keputusan, maka hasil pembangunan sering tidak mencerminkan kebutuhan warga. Di sinilah pendamping gampong semestinya menjadi penggerak, bukan sekadar pencatat kegiatan.

Sayangnya, peran ini belum sepenuhnya didukung oleh sistem. Banyak pendamping merasa bekerja sendirian, tanpa perlindungan, pelatihan yang memadai, atau ruang untuk benar-benar bersuara.

Mendorong Perubahan dari Akar Jika kita ingin pembangunan desa yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, maka partisipasi dan transparansi tidak boleh dinegosiasikan. Negara perlu memberi perhatian lebih pada penguatan kapasitas dan perlindungan pendamping gampong. Mereka butuh ruang aman untuk bekerja, sekaligus dibekali kemampuan sosial dan komunikasi yang sesuai dengan konteks lokal.

Pendamping gampong adalah jembatan antara warga dan pemerintah. Mereka ada untuk memastikan pembangunan bukan hanya tentang proyek, tetapi juga tentang keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan. Di tengah krisis partisipasi dan transparansi, pendamping gampong bukan bagian dari masalah mereka justru bagian dari solusi. Asal diberi ruang dan kepercayaan.

Previous Post

SMA Negeri 9 Banda Aceh Sembelih 6 Ekor Sapi untuk Idul Adha

Next Post

MAN 3 Aceh Besar Qurban 6 Sapi dan 2 Kambing; 420 Paket Dibagikan kepada Mustahik

Next Post
MAN 3 Aceh Besar Qurban 6 Sapi dan 2 Kambing; 420 Paket Dibagikan kepada Mustahik

MAN 3 Aceh Besar Qurban 6 Sapi dan 2 Kambing; 420 Paket Dibagikan kepada Mustahik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Personil Polantas Abdya Siaga jaga Kamseltibcarlantas saat Lebaran Idul Fitri

Personil Polantas Abdya Siaga jaga Kamseltibcarlantas saat Lebaran Idul Fitri

25/03/2026
Mayat Korban Banjir Kembali Ditemukan di Kebun Warga di Aceh Utara

Mayat Korban Banjir Kembali Ditemukan di Kebun Warga di Aceh Utara

25/03/2026
Usai Libur Idulfitri, Kakanwil Kemenag Aceh Minta Satker Pastikan Layanan Normal

Usai Libur Idulfitri, Kakanwil Kemenag Aceh Minta Satker Pastikan Layanan Normal

25/03/2026
Rusak Akibat Angin Kencang, Lima Keluarga Penghuni Huntara di Bener Meriah Direlokasi

Rusak Akibat Angin Kencang, Lima Keluarga Penghuni Huntara di Bener Meriah Direlokasi

25/03/2026
Apel, Halal Bi Halal dan Sidak Wali Kota Warnai Hari Pertama Kerja Diskominfotik Kota Banda Aceh

Apel, Halal Bi Halal dan Sidak Wali Kota Warnai Hari Pertama Kerja Diskominfotik Kota Banda Aceh

25/03/2026

Terpopuler

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

25/03/2026

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

[Opini] Pendamping Gampong di Tengah Krisis Partisipasi dan Transparansi

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com