Banda Aceh – Anggota DPR/MPR RI Muslim Ayub, SH, MH meminta rakyat Aceh menjadikan Pancasila sebagai penggerak dalam kehidupan sehari-hari dan bukan menjadikan Pancasila sebagai simbol semata.
“Kita harus menjadikan Pancasila sebagai cermin yang sekaligus harus menjaga nilai-nilai Pancasila dalam keseharian kita,” kata Muslim Ayub saat menyampaikan 4 pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) di Aula Serbaguna Banda Aceh, 25 juni 2025.
Muslim menyebut, Aceh memang sudah memasuki era baru yakni perdamaian dan pembangunan, sehingga budaya hidup sangat ditentukan dengan nilai-nilai dalam keseharian, agar traumatik masa lalu karena konflik tidak menyisakan dendam yang mendalam, karena Aceh harus berjalan untuk pencapaian pembangunan yang baik.
“Pancasila harus dioedomani sebagai aturan adab dan saling menghargai satu dengan lainnya,” jelas Muslim Ayub.
Untuk itu–ujar Muslim–era teknologi sekarang harus dapat dimanfaatkan sebagai corong yang positif, meneruskan informasi dengan baik dengan pemaksaan Pancasila yakni berbeda namun tetap menghargai baik dalam toleransi beragama maupun perbedaan budaya.
“Penyelesaian sengketa 4 Pulau antara Aceh dan Sumut, itu salah satu cara bijak dimana masyarakat memberi dorongan penyelesaian tanpa mengedepankan kekerasan,” lanjut Muslim Ayub.
Pada acara 4 Pilar tersebut turut dihadiri Gampong yang ada DI Banda Aceh, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.[]










