JAKARTA – Politisi PDI Perjuang, Masady Manggeng menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap persoalan lingkungan yang semakin serius di wilayah pesisir dan hilir sungai. Khususnya terkait pendangkalan muara akibat sedimentasi.
“Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu ekosistem sungai, laut, aktivitas para nelayan, tapi juga menimbulkan banjir rutin yang merusak lahan pertanian, mengancam pemukiman, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Masady Manggeng, Senin (21/07/2025).
Untuk itu, Politisi muda dari Aceh Barat Daya itu mengusulkan solusi konkret dan berkelanjutan, yakni dengan mengelola sedimentasi sebagai potensi ekonomi melalui kegiatan penambangan Galian C secara legal, terkendali, dan ramah lingkungan.
“Yang lebih penting, kegiatan ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi desa-desa terdampak, apabila dikelola secara kolektif melalui lembaga lokal seperti Koperasi Desa Merah Putih. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi korban, tetapi juga pelaku dalam proses pemulihan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal,” paparnya.
Manfaat strategis membuka aliran muara yang tersumbat ialah untuk mengurangi risiko banjir di musim penghujan.
“Mengangkat material pasir dan batu secara terarah dan berizin, dapat memberi peluang ekonomi untuk desa melalui bagi hasil dan partisipasi koperasi,” kata Masady.
Hal itu dilakukan menurut Masady Manggeng juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta menciptakan lapangan kerja lokal, bisa menjadi debut pertama koperasi merah putih setempat
Disamping itu juga bisa menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Masady juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, lembaga pengawas lingkungan, dan masyarakat sipil untuk melihat solusi ini secara objektif dan konstruktif. Dengan pengelolaan yang transparan, berbasis data teknis, dan diawasi oleh pemerintah serta masyarakat, kegiatan ini dapat berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat luas.
“Kami yakin, pendekatan seperti ini bisa menjadi model baru dalam penanganan banjir dan pemulihan muara—tidak lagi sebatas proyek jangka pendek, tetapi transformasi ekologis dan ekonomi yang melibatkan rakyat secara aktif,” imbuh Masady Manggeng.










