BANDA ACEH – Forum Komunikasi (Forkom) Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah (KDMP) Kota Banda Aceh menggelar audiensi dengan Kantor Wilayah Perum BULOG Aceh, Kamis (14/8/2025) pukul 14.00 WIB. Pertemuan ini disambut langsung oleh Kepala Kanwil BULOG Aceh, Ihsan, bersama jajaran manajemen wilayah.
Forum ini dipimpin oleh Zulkarnain M. Isa—yang akrab disapa Zulmis—figur yang kaya pengalaman dalam dunia advokasi sosial dan politik Aceh. Ia pernah menjadi anggota DPRK Aceh Besar selama dua periode dan kini aktif sebagai Direktur Eksekutif LSM Aceh Perspektif.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi FORKOM bertanggal 11 Agustus 2025 yang diajukan oleh Ketua Forum, Zulkarnain M. Isa, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama distribusi beras dan komoditas pangan pokok melalui jaringan koperasi desa di Banda Aceh. Agenda utama yang dibahas adalah kemitraan strategis BULOG dengan Koperasi Merah Putih Syariah untuk memperluas jangkauan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga ke gampong-gampong.
Dalam sambutannya, Zulkarnain M. Isa menegaskan bahwa forum ini dibentuk untuk menyatukan langkah seluruh koperasi desa dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. “Kita ingin memastikan beras dari BULOG sampai langsung ke warga dengan harga yang terjangkau, tanpa rantai distribusi yang berbelit,” ungkapnya.
Ilhamsyah, Ketua Koperasi Gampong Lambung, menambahkan bahwa kemitraan ini akan memperkuat posisi koperasi sebagai garda terdepan di lapangan. “Koperasi adalah tangan pertama yang menjangkau warga. Dengan dukungan BULOG, kami bisa menjaga kualitas dan ketersediaan beras setiap saat,” ujarnya.
Candra, Ketua Koperasi Gampong Neusu Jaya, menekankan bahwa jaringan koperasi di Banda Aceh memiliki kapasitas logistik dan SDM yang siap mendukung distribusi pangan cepat dan tepat sasaran. “Kami di gampong punya sistem yang langsung bersentuhan dengan warga. Dengan BULOG, distribusi akan lebih efisien,” katanya.
Senada, Abdul Karim Gito, Ketua Koperasi Lamglumpang, menyoroti manfaat kerja sama ini dalam menjaga stabilitas harga di tingkat warga. “Kalau jalurnya lewat koperasi, harga bisa kita jaga sesuai ketentuan pemerintah, dan warga tidak khawatir soal kualitas beras yang mereka terima,” jelasnya.
Turut hadir Jamaludin, Ketua Koperasi Gampong Batoh, Ia menegaskan bahwa koperasi desa adalah simpul strategis dalam rantai distribusi pangan.
“Kemitraan ini akan mempersingkat jalur distribusi, menjaga kualitas beras, dan memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Kanwil BULOG Aceh, Ihsan, menyambut positif inisiatif ini. “BULOG siap bersinergi dengan koperasi untuk memperkuat distribusi pangan yang efisien, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Pertemuan ini juga sejalan dengan arahan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh, yang menargetkan seluruh KDMP di Aceh dapat beroperasi penuh pada akhir Oktober 2025. Program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat. Pemerintah Aceh telah menyiapkan 6.497 koperasi di 23 kabupaten/kota beserta satuan tugas pendukung untuk bergerak serentak.
Kesepakatan awal dari pertemuan ini meliputi tiga langkah strategis seperti memperluas distribusi beras SPHP hingga ke tingkat gampong melalui koperasi, menyediakan pelatihan dan pendampingan manajemen stok pangan bagi pengurus koperasi serta menyelenggarakan forum diskusi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat ekosistem distribusi pangan di Aceh.
Dengan sinergi ini, BULOG Aceh dan Koperasi Merah Putih optimistis dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan menyalurkan manfaat ekonomi secara langsung ke masyarakat.
Sebagai penutup, Zulmis kembali menegaskan bahwa kekuatan koperasi terletak pada kedekatan dengan warga. “Kita punya jaringan, punya SDM, dan punya komitmen. Dengan dukungan BULOG, kami siap menjalankan peran strategis ini demi ketahanan pangan Aceh,” ujarnya.










