BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S. Sos MSP menerima kunjungan Maritime Asia Heritage Survey yang dipimpin Prof. R. Michael Feener dari Kota Salem, Massachusetts Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Abdya, jalan Iskandar Muda Blangpidie, Selasa (19/08/2025).
Dalam kunjungan lembaga survey itu membicarakan topik utama wacana perubahan logo resmi Kota Salem yang sejak 1836 yang menampilkan sosok diduga Po Adam, bangsawan Aceh dari Kerajaan Kuala Batee.
Figur itu diyakini sebagai mitra dagang Joseph Peabody, saudagar lada terkaya Salem, dan simbol hubungan Aceh–Amerika dalam jalur perdagangan rempah dunia.
Sejarah ini juga menyisakan catatan kelam. Tahun 1831, Presiden Amerika Andrew Jackson memerintahkan kapal induk USS Potomac menyerang Kuala Batee sebagai balasan insiden kapal Friendship. Ratusan korban berjatuhan, meninggalkan luka sejarah yang tak terlupakan.
Peristiwa itu menjadi refleksi Aceh, sekecil apapun di peta dunia hari ini, pernah memberi makna besar dalam hubungan antar bangsa—melalui perdagangan, komoditas strategis dan jalur lintasan maritim.
Jejaknya masih tampak, salah satunya di pelabuhan Teluk Surin dengan dermaga tuanya, yang kini bisa menjadi simbol harapan baru perdagangan Abdya, Aceh pada umumnya.
Dalam forum ini, Bupati Abdya Dr. Safaruddin menegaskan, komitmennya untuk menjadikan Abdya sebagai jembatan diplomasi budaya dunia. Langkah ini bukan mencampuri urusan domestik Salem, melainkan bagian dari soft diplomacy (merawat sejarah) untuk memperkuat hubungan internasional, dan membuka kerja sama perdagangan, pendidikan serta kebudayaan.
Ini adalah peluang langka bagi Abdya untuk tampil di panggung global melalui jalur sejarah dan diplomasi budaya—sekaligus menghadirkan warisan otentik bagi generasi emas Abdya.










