Aceh Besar – Setelah sebelumnya mengikuti program RPA Goes to School yang berlangsung di lingkungan Dayah, kini santri Dayah Samudera Pasai Madani (DSPM) berkesempatan melanjutkan pembelajaran langsung ke lapangan melalui kegiatan Outdoor Learning RPA X DSPM.
Kegiatan yang berlangsung Rabu–Kamis (20 s/d 21 Agustus 2025) tersebut melibatkan praktisi pangan dan pertanian dari Rumoh Pangan Aceh (RPA) serta para ahli dari BMKG Aceh.
Urbania Garden milik Elradhie Nour Ambiya menjadi tempat para santri diperkenalkan pada dunia pertanian modern. Mereka mendapat bimbingan langsung dari dua praktisi muda, yakni Ir. Muhammad Haikal, S.T., M.Sc (Pengajar UIN Ar-Raniry sekaligus co-founder RPA), serta Elradhie Nour Ambiya (petani milenial Aceh yang berpengalaman mengikuti program smart farming hingga ke Korea Selatan).
Melalui kegiatan ini, para santri diperkenalkan kepada praktik budidaya tanaman, mulai dari pembibitan hingga panen, sekaligus diajak mengikuti challenge memetik terong dan kangkung secara berkelompok.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengasah keterampilan bertani, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kerja sama tim.
Memasuki sesi berikutnya, giliran para pakar dari BMKG Aceh, Irawan menjelaskan secara langsung berbagai instrumen pendeteksi cuaca yang ada di lapangan, mulai dari sensor pengukur curah hujan hingga alat pemantau kualitas udara.
Sementara itu, staf muda BMKG, Nabila menyampaikan materi tentang perbedaan disiplin ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika, serta bagaimana peran BMKG dalam menjaga keselamatan masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi. Para santri juga diajak masuk ke ruang observasi untuk melihat cara kerja analisis data cuaca.
“Setiap data cuaca yang terekam bukan sekadar angka, tetapi informasi penting yang bisa menjaga keselamatan banyak orang,” ungkap Nabila.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian dari Kepala Laboratorium DSPM, Ustazah Maulidella, M.Si., yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan Islam dan institusi sains modern.
“Santri kita bukan hanya diajarkan mengaji kitab, tetapi juga bagaimana memahami alam raya dengan kacamata ilmu pengetahuan, sehingga mampu menjadi ulama intelektual yang kaffah,” ujarnya.
Outdoor Learning ini menjadi kelanjutan dari visi Dayah Samudera Pasai Madani untuk membentuk generasi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mumpuni dalam sains dan teknologi.
“Pengalaman lapangan ini diharapkan dapat menginspirasi para santri untuk terus mengembangkan diri di bidang riset, inovasi, dan pelayanan masyarakat,” tambah Maulidella.
Kegiatan Outdoor Learning RPA X DSPM bukan sekadar perjalanan edukatif, melainkan sebuah langkah menuju terciptanya santri visioner–generasi yang mampu membaca kitab dan juga membaca alam semesta, sebagaimana pesan klasik ulama: man qara’a al-kitab wa al-kawn, fa qad balagha ghayat al-‘ilm (siapa yang membaca kitab suci dan membaca alam raya, maka ia telah sampai pada puncak ilmu).[]










