Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Alamp Aksi Ingatkan Anggaran Revitalisasi Sekolah di Aceh 2025 Jangan Dibajak Oknum

redaksi by redaksi
05/09/2025
in Lintas Timur
0
Alamp Aksi Ingatkan Anggaran Revitalisasi Sekolah di Aceh 2025 Jangan Dibajak Oknum

Banda Aceh – Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPW Alamp Aksi) Aceh mengingatkan pemerintah daerah, dinas pendidikan hingga kepala sekolah penerima program agar anggaran revitalisasi sekolah yang dikucurkan ke Aceh tidak “dibajak” oleh oknum tertentu.

Ketua DPW Alamp Aksi, Mahmud Padang, menegaskan bahwa program ini harus dijalankan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan standar mutu, bukan sekadar formalitas administrasi yang berakhir menjadi bancakan anggaran.

Peringatan ini muncul seiring dengan bergulirnya program revitalisasi sekolah nasional tahun 2025. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan anggaran sekitar Rp17,1 triliun untuk memperbaiki lebih dari 10 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Skema yang dipilih adalah swakelola di tingkat sekolah dengan penyaluran dana dua tahap, dan setiap penerima diwajibkan membuat laporan serta mempertanggungjawabkan penggunaan dana.

Data resmi menunjukkan bahwa Aceh menjadi bagian dari 13.763 sekolah nasional yang mendapat alokasi, dengan total 408 satuan pendidikan terdiri atas 40 PAUD, 139 SD, 2 SKB, 4 SLB, 99 SMA, 17 SMK, dan 107 SMP. Angka ini menjadi beban sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengelola dana secara bersih dan profesional.

Literatur kajian tata kelola pendidikan menunjukkan bahwa pola community-based project atau swakelola memang bisa memperkuat rasa memiliki masyarakat, tetapi tanpa pengawasan ketat kualitas fisik bangunan sering rendah dan rawan mark up harga material. Sebuah laporan Bank Dunia dan GFDRR pernah mencatat bahwa rehabilitasi sekolah pascabencana di berbagai negara justru gagal memenuhi standar keselamatan karena minim supervisi teknis, meski dana terserap sepenuhnya. Fenomena serupa pernah terjadi di Aceh dalam program rehabilitasi pasca tsunami dimana gedung sekolah berdiri, tetapi umur pakainya pendek karena material murah dipakai untuk menutupi selisih anggaran.

Mahmud Padang menegaskan pihaknya akan memantau dan mengawal langsung jalannya program revitalisasi sekolah di Aceh agar tidak terjadi permainan yang mengorbankan mutu. “Jangan sampai karena swakelola ada pihak-pihak yang mengambil laba terlalu besar, lalu kualitas bangunan yang dikorbankan. Jika mutu bangunan tidak sesuai standar, ini berbahaya bagi siswa yang sedang belajar,” ujarnya, Jumat 5 September 2025.

Alamp Aksi juga mengingatkan keras agar tidak ada praktik pungutan liar (pungli) yang menggerogoti alokasi anggaran ini, baik di tingkat kepala daerah, dinas maupun sekolah.

Menurut Mahmud, pungli hanya akan menambah beban bagi pihak penerima, mengurangi porsi anggaran yang seharusnya digunakan untuk konstruksi, dan pada akhirnya berdampak langsung terhadap kualitas serta keselamatan bangunan.

Alamp Aksi menilai integritas kepala sekolah sangat menentukan: mereka bukan sekadar penerima bantuan, melainkan pengelola yang wajib menegakkan juknis, mengawasi pelaksanaan, dan menjamin keamanan serta kualitas konstruksi. Di sisi lain, masyarakat dan komite sekolah harus ikut mengawasi agar program ini benar-benar terlaksana dengan bersih.

Program revitalisasi sekolah yang dikucurkan pemerintah pusat seharusnya menjadi momentum perbaikan kualitas pendidikan di Aceh. Anggaran besar yang dikucurkan harus diterjemahkan menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan layak. Namun jika kembali tersandera pungli, kepentingan elite, atau dibajak oleh jaringan rente, maka akan hanya menambah panjang daftar ironi dana besar di Aceh yang gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pernyataan Alamp Aksi menjadi pengingat keras bahwa integritas tata kelola adalah syarat mutlak. Kepala sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah, hingga penegak hukum dituntut bersikap tegas agar dana revitalisasi benar-benar berpulang pada tujuan mulia yaitu meningkatkan mutu pendidikan anak Aceh dengan meningkatkan sarana dan prasarana bukan memperkaya segelintir orang.

Previous Post

Waduk Blang Gunci Masih Tak Berfungsi, Warga di 5 Gampong Gagal Panen

Next Post

Masady Manggeng: Kekecewaan Ketua DPRA atas Kondisi Aceh itu Wajar, Saatnya Pemerintah Pusat Berbuat Lebih

Next Post
Masady Manggeng: Kekecewaan Ketua DPRA atas Kondisi Aceh itu Wajar, Saatnya Pemerintah Pusat Berbuat Lebih

Masady Manggeng: Kekecewaan Ketua DPRA atas Kondisi Aceh itu Wajar, Saatnya Pemerintah Pusat Berbuat Lebih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Akses Lintas Bener Meriah-Aceh Tengah-Gayo Lues Terputus Imbas Banjir Susulan

06/04/2026
Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Meulaboh

Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Meulaboh

06/04/2026
Bupati Aceh Tengah Buka UKK di SMK Negeri 1 Takengon

Bupati Aceh Tengah Buka UKK di SMK Negeri 1 Takengon

06/04/2026
Putra Abdya Luncurkan Buku ‘Manusia yang Tak Sekedar Hidup’

Putra Abdya Luncurkan Buku ‘Manusia yang Tak Sekedar Hidup’

06/04/2026
Akademisi USK Nilai Pemangkasan Jumlah Penerima JKA Bentuk Lemahnya Kinerja DPR Aceh

Akademisi USK Nilai Pemangkasan Jumlah Penerima JKA Bentuk Lemahnya Kinerja DPR Aceh

06/04/2026

Terpopuler

Alamp Aksi Ingatkan Anggaran Revitalisasi Sekolah di Aceh 2025 Jangan Dibajak Oknum

Alamp Aksi Ingatkan Anggaran Revitalisasi Sekolah di Aceh 2025 Jangan Dibajak Oknum

05/09/2025

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com