Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Masady Manggeng: Kekecewaan Ketua DPRA atas Kondisi Aceh itu Wajar, Saatnya Pemerintah Pusat Berbuat Lebih

redaksi by redaksi
05/09/2025
in Lintas Barat Selatan
0
Masady Manggeng: Kekecewaan Ketua DPRA atas Kondisi Aceh itu Wajar, Saatnya Pemerintah Pusat Berbuat Lebih

BLANGPIDIE – Politisi PDI Perjuangan, Masady Manggeng, menanggapi polemik pernyataan Ketua DPRA, Zulfadhli atau yang akrab disapa Abang Samalangga mengenai wacana ‘pisah dengan Republik Indonesia’ sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi Aceh.

Menurut Masady, rasa kecewa itu sangat wajar, karena sampai hari ini rakyat Aceh belum merasakan keadilan atas kekayaan daerahnya.

Aceh memiliki kekayaan alam melimpah, mulai dari tambang hingga migas, tapi rakyat belum menikmati hasilnya. Kerusakan lingkungan semakin nyata, PAD masih minim, implementasi butir – butir MoU Helsinki dan UU No. 11 tentang Pemerintahan Aceh 2006 tidak tuntas, sementara mantan kombatan, anak-anak korban konflik, dan masyarakat kecil banyak yang terabaikan. Fakta ini membuat Aceh tetap menjadi provinsi termiskin di Sumatera.

“Aceh kaya tapi rakyatnya miskin, jadi kekecewaan itu bukan hanya wajar, tapi nyata dan beralasan,” ujar Masady, Jum’at (05/09/2025).

Sesuai data terkini, Aceh tingkat kemiskinan pada Maret 2025, tercatat 12,33 %, tertinggi di Sumatera (BPS Aceh, Juli 2025).

Penurunan kemiskinan di perdesaan terjadi (14,44 %), namun di perkotaan justru naik tipis (8,54 %).

PAD Aceh 2024 sebesar Rp 5,86 triliun, naik 10 % dari tahun sebelumnya, tetapi masih bergantung pada transfer pusat termasuk OTSUS (83,6 %).

“Dana Otsus Aceh yang seharusnya menjadi instrumen percepatan pembangunan, seringkali tidak efektif karena lemahnya tata kelola dan tidak fokus pada sektor prioritas,” papar Masady.

Masady menegaskan, Pemerintah Pusat tidak boleh lagi setengah hati dalam menyelesaikan persoalan Aceh.

“Tuntutan untuk kami kepada pemerintah Pusat harus segera menuntaskan implementasi MoU Helsinki dan UUPA tahun 2006, memastikan pengelolaan SDA lebih berpihak kepada rakyat Aceh, serta memberikan perhatian khusus bagi mantan kombatan, korban konflik, dan generasi muda Aceh. Tanpa kebijakan yang serius, kesenjangan antara potensi dan kenyataan akan semakin lebar,” tegasnya.

Masady juga menyoroti pentingnya soliditas wakil rakyat Aceh di Senayan, drngan menunjukkan peran DPR dan DPD RI perwakilan Aceh kepada masyarakat.

“DPR RI dan DPD RI asal Aceh harus bersatu memperjuangkan kepentingan Aceh. Jangan terpecah oleh kepentingan politik jangka pendek. Dengan soliditas, mereka bisa memperjuangkan revisi regulasi yang merugikan Aceh, memperkuat alokasi dana pusat untuk pembangunan, serta memastikan kekhususan Aceh benar-benar dihormati,” katanya.

Masady juga memberikan arah dan juga solusi, bahwa narasi pemisahan bukanlah jalan keluar. Yang dibutuhkan adalah konsistensi perjuangan politik, persatuan, dan kerja nyata.

“Kekecewaan harus menjadi energi perjuangan yang konstruktif. Jalan kita adalah memperkuat posisi tawar politik Aceh di pusat, menuntut hak-hak Aceh secara konstitusional, dan mendorong pemerintah pusat untuk hadir dengan kebijakan nyata. Hanya dengan cara ini, Aceh bisa bangkit dari kemiskinan dan keterbelakangan,” pungkas Masady Manggeng.

Previous Post

Alamp Aksi Ingatkan Anggaran Revitalisasi Sekolah di Aceh 2025 Jangan Dibajak Oknum

Next Post

Satu Hektare Lahan di Lembah Seulawah Terbakar

Next Post
Satu Hektare Lahan di Lembah Seulawah Terbakar

Satu Hektare Lahan di Lembah Seulawah Terbakar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Akses Lintas Bener Meriah-Aceh Tengah-Gayo Lues Terputus Imbas Banjir Susulan

06/04/2026
Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Meulaboh

Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Meulaboh

06/04/2026
Bupati Aceh Tengah Buka UKK di SMK Negeri 1 Takengon

Bupati Aceh Tengah Buka UKK di SMK Negeri 1 Takengon

06/04/2026
Putra Abdya Luncurkan Buku ‘Manusia yang Tak Sekedar Hidup’

Putra Abdya Luncurkan Buku ‘Manusia yang Tak Sekedar Hidup’

06/04/2026
Akademisi USK Nilai Pemangkasan Jumlah Penerima JKA Bentuk Lemahnya Kinerja DPR Aceh

Akademisi USK Nilai Pemangkasan Jumlah Penerima JKA Bentuk Lemahnya Kinerja DPR Aceh

06/04/2026

Terpopuler

Masady Manggeng: Kekecewaan Ketua DPRA atas Kondisi Aceh itu Wajar, Saatnya Pemerintah Pusat Berbuat Lebih

Masady Manggeng: Kekecewaan Ketua DPRA atas Kondisi Aceh itu Wajar, Saatnya Pemerintah Pusat Berbuat Lebih

05/09/2025

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com