MEUREUDU – Sejumlah dewan hakim diduga terlibat konspirasi dalam perlombaan Khattil Qur’an cabang tulisan buku hingga meloloskan salah satu khafilah peserta cabang tersebut ke final.
Dimana,sejumlah pelatih dari khafilah 23 kabupaten/kota terdapat ‘jali-jali’ pada hasil karya salah satu peserta yang di anggap tidak layak lolos ke babak final cabang tulisan buku.
Diketahui berdasarkan data yang diinput Atjehwatch.com yang lolos Ke babak final khafilah dari Aceh Timur, Pidie Jaya dan khafilah dari Lhoksumawe.
Semua peserta khatil qur’an merasa dirugikan oleh sikap dewan hakim sehingga sempat memprotes dewan hakim tersebut tapi tidak menggubris protes yang dilayangkan melalui chat WhatsApp ke dewan Hakim.
“Ubah keputusan atau rubah dewan hakim gure, dan official pun harus gerak dengan bukti yang akurat, sebelum hasil akhir di umumkan, begitu isi chat dalam grub kaligrafi Aceh,” ucap Safrizal, Selasa 4 November 2025.
Kata dia, seharusnya dewan hakim yang sudah disumpah sebelum memimpin cabang MTQ itu harus benar-benar amanah dan tegak lurus sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Tapi anehnya malah tidak adil dalam menilai khafilah saat berkopentensi di tingkat provinsi yang dihelat dua tahun sekali.
“Kenapa setiap MTQ selalu ada konspirasi dewan hakim, hingga merugikan peserta khafilah dan mendapatkan protes dari para khafilah, Banyak kesalahan-kesalahan di abaikan hingga merugikan peserta khafilah lainya, kita berharap dewan Hakim harus profesional dalam memberikan nilai kepada seluruh peserta MTQ di seluruh cabang yang di ikuti khafilah terbaik dari 23 kabupaten/kota dalam provinsi Aceh,” katanya.
Sementara salah satu peserta merasa kecewa terhadap penilaian dewan hakim juri khatil Qur’an cabang tulisan buku.
“Semoga MTQ kedepan dewan harus di ganti karena dinilai tidak profesional, di setiap even MTQ dewan hakim itu itu selalu tidak profesional dan merugikan kami peserta, maka perlu ditinjau ulang oleh pihak penyelenggara,” harapnya.
Dalam pada itu, pihak dewan hakim belum menjawab saat dihubungi atjehwatch.com, dan pesan yang dilayangkan belum di balas hingga berita ini tayang.[Mul]










