BANDA ACEH – Sebanyak 40 mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh ikut serta memeriahkan permainan tradisional anak di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Minggu siang 9 November 2025. Permainan tradisional yang dimainkan antara lain Geunteut Bruek, Cato, dan Gaseng.
Para pemain adalah mahasiswa semester tiga dari beberapa prodi di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Permainan ini dilakukan sebagai sarana pembelajaran Praktikum Mata Kuliah Ke Acehan yang bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali warisan budaya masa lampau yang mulai terpinggirkan.

Seiring dengan perkembangan jaman dan munculnya game-game di era modern sekarang ini, permainan tradisional sudah tak dikenal lagi oleh masyarakat luas, khususnya anak-anak jaman sekarang.
Dosen Pembimbing Mata Kuliah ke-Acehan, Istiqamatunnisak, MA, menjelaskan bahwa kegiatan ini selain untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali warisan budaya, tetapi juga bermanfaat dalam pembentukan karakter mahasiswa.
“Ini bagian dari pelestarian budaya Aceh,” ujar Istiqamatunnisak, MA.
“Sebagaimana diketahui kalau permainan tradisional seperti geunteut bruek tersebut mengajarkan kita keaktifan atau bergerak aktif, sehingga bisa meyehatkan badan, bagitu juga dengan permainan Cato yang melatih pola berpikir kita. Di dalam permainan tersebut juga terdapat banyak nilai yang terkandung seperti nilai edukasi, nilai kreativitas, rekreasi, dan nilai sosial, yang harus kita sampaikan kepada generasi muda seperti mereka.”
“Untuk itu, saya berharap kegiatan ini ke depan dapat digelar dalam skala yang lebih besar lagi, terutama di kalangan kampus, sekaligus mendorong mereka untuk turut serta dalam upaya pelestarian budaya daerah. Tak hanya itu, di akhir permainan mereka juga disuguhkan dengan makan rujak Aceh bersama sebagai kuliner Aceh yang masih sangat diminati di zaman sekarang ini,” kata Istiqamatunnisak. []











