BANDA ACEH – Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menyampaikan bahwa isu mengenai adanya jenazah di dalam sejumlah mobil yang terendam banjir di Aceh Tamiang dipastikan tidak benar.
Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Posko Tanggap Darurat, Senin (8/12/2025) siang, setelah informasi tersebut sempat beredar luas di media sosial dan menimbulkan keresahan warga.
Al Hussain menegaskan bahwa tim Basarnas telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi begitu kabar tersebut muncul.
“Kita sudah cek, ternyata tidak ada. Tidak ada orang yang berada di dalam kendaraan,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa dugaan bau jenazah itu hanya asumsi warga setelah mencium aroma tidak sedap di sekitar lokasi.
“Yang ada hanya beberapa bangkai hewan yang menimbulkan bau. Untuk manusia, sudah kita pastikan insyaallah tidak ada. Clear,” tegasnya.
Al Hussain menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan teknologi pendukung untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam operasi pencarian, seperti penggunaan drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh manusia dari udara, yang mana teknologi ini dianggap lebih efektif dibandingkan live locator dalam kondisi tertentu.
“Drone thermal bisa mendeteksi panas tubuh dari ketinggian. Ini lebih canggih daripada live locator yang biasanya digunakan untuk korban tertimbun reruntuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan rencana penggunaan K-9 (anjing pelacak) untuk tahap operasi lanjutan, terutama setelah air semakin surut.
Sementara itu, Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, turut membenarkan hasil pemeriksaan tersebut.
“Relawan dari dinas saya juga kami suruh cek, benar tidak ada jenazah. Ternyata mobil itu kosong. Mobil-mobil itu awalnya diparkir di kawasan yang dianggap paling aman saat hari pertama banjir. Tapi karena air terus naik, mobil akhirnya terendam dan menumpuk di satu titik,” jelasnya.
Dengan klarifikasi ini, pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi dan terus mengikuti informasi resmi dari posko tanggap darurat.

![[Opini] Kayu Gelondongan Tak Pernah Berdusta: Menggugat Integritas yang Hanyut di Banjir Sumatra](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-08-at-20.37.46-75x75.jpeg)








