BANDA ACEH – Ketua KAMMI Banda Aceh, Khairul Rahmad, S.Ag., menyampaikan keprihatinan atas pola pemadaman listrik yang berlangsung tidak proporsional di sejumlah wilayah Aceh pascabencana banjir dan longsor.
Masyarakat melaporkan adanya pola suplai listrik yang hidup satu hari, namun disusul pemadaman hingga tiga hari berturut-turut. Kondisi ini dinilai mengganggu stabilitas aktivitas harian, pelayanan publik, serta roda ekonomi warga.
Khairul menilai, situasi pemulihan jaringan seharusnya tidak menghilangkan asas keadilan dalam pembagian beban listrik. Menurutnya, PLN perlu menerapkan pola yang lebih terukur dan dapat diprediksi masyarakat.
“Kami meminta PLN melakukan distribusi arus secara lebih merata. Listrik sebaiknya tetap hidup setiap hari, sementara pemadaman dilakukan secara terjadwal pada jam-jam tertentu. Pola ini jauh lebih efisien dan memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan kebutuhan dasar mereka,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan bahwa masyarakat memahami situasi darurat yang tengah dihadapi PLN. Namun, transparansi dan proporsionalitas dalam manajemen beban listrik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik selama masa pemulihan.
KAMMI Banda Aceh menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan PLN serta pemangku kebijakan lainnya, guna memastikan proses normalisasi kelistrikan di Aceh dapat berlangsung lebih cepat dan merata.










