BANDA ACEH – Operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, Terkomsel, dinilai memiliki layanan paling buruk selama bencana dan pasca bencana di Aceh. Pasalnya, sinyal Terkomsel padam hingga berminggu-minggu dan membuat komunikasi masyarakat di Aceh terganggu.
Nurhadi, 45 tahun, salah seorang warga di pesisir Aceh Besar, mengatakan layanan Terkomsel perlu mendapat sorotan utama selama bencana menimpa Aceh.
“Layanan Terkomsel sangat buruk. Salah satu penyebab pemulihan pasca bencana di Aceh lamban adalah layanan buruk dari Terkomsel,” kata Nurhadi.
Sayed Mustafa, 39 tahun, warga lainnya menambahkan bahwa kerusakan layanan di area bencana mungkin masih bisa ditoleril. Namun, katanya, jaringan Terkomsel justru ‘menghilang’ di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar selama hampir tiga Minggu pasca bencana.
“Begitu listrik padam, jaringan Terkomsel pun hilang. Ini yang jadi masalah besar,” kata Sayed.
“Sekelas Terkomsel, ternyata towernya tidak memiliki penyimpan daya agar tak ikut-ikutan padam saat listrik padam.”
“Sangat mengecewakan kinerja Terkomsel,” ujar Zulfakar, 25 tahun, warga Banda Aceh lainnya.










