Banda Aceh – Mewakili Gubernur Aceh, Asisten I Syafir menegaskan bahwa stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) harus dihentikan. Penegasan itu disampaikannya saat peluncuran film edukasi kesehatan jiwa yang melibatkan tenaga kesehatan, perbankan, tokoh masyarakat, dan kalangan pendidikan.
Dalam sambutannya, Syafir menilai pendekatan seni dan film menjadi cara yang efektif untuk menggugah kesadaran publik, sekaligus membuka ruang empati terhadap persoalan kesehatan mental yang selama ini kerap dipinggirkan.
Ia menekankan bahwa ODGJ bukan kelompok yang patut dijauhi, melainkan warga masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk hidup bermartabat dan memperoleh layanan kesehatan yang layak.
“Kesehatan jiwa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Siapa pun bisa mengalaminya, tanpa memandang status sosial, pendidikan, maupun ekonomi,” ujarnya.
Syafir juga mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan mental tidak cukup hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga harus diperkuat melalui pendekatan sosial dan budaya agar pesan kemanusiaan lebih mudah diterima masyarakat.
Ia berharap film tersebut dapat diputar secara luas di sekolah, kampus, instansi pemerintah, dan ruang publik lainnya, sehingga mampu mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesehatan jiwa.
Peluncuran film ditutup dengan peresmian secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat kepedulian terhadap isu kesehatan mental di Aceh.










