TAKENGON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah terus berupaya membuka akses jalan terdampak bencana, meskipun terkendala dengan minimnya peralatan berupa alat berat.
Kepala BPBD Aceh Tengah Andalika mengatakan bahwa minimnya peralatan membuat proses pembukaan akses yang terdampak masih belum cukup optimal sejauh ini, namun pihaknya terus berupaya maksimal.
“Menyangkut dengan kendala yang kami hadapi dalam membuka akses ini, adalah memang terutama sekali dari segi peralatan,” ujar Andalika kepada ANTARA, Kamis.
Andalika menjelaskan bahwa minimnya peralatan membuat sejumlah alat berat dimanfaatkan semaksimal mungkin, demi bisa membuka akses ke daerah-daerah terdampak.
Selain itu minimnya peralatan juga membuat upaya pembersihan badan jalan dari material longsor dan banjir bandang, masih belum maksimal.
“Alat berat tadi selain untuk membuka akses sampai sekarang seperti yang kita lihat, contohnya di sekitar Danau Lut Tawar saja itu masih ada lingkungan yang masih belum dibersihkan dari material longsoran dan banjir bandang,” katanya.
BPBD Aceh Tengah saat ini dihadapkan tugas yang cukup berat, yakni situasi longsor susulan di sepanjang jalan utama Danau Lut Tawar yang menghubungkan kota Takengon dengan beberapa kecamatan.
Kondisi longsor susulan masih kerap terjadi di beberapa titik hingga menutup jalan utama. Situasi hujan lebat dan kondisi kontur tanah yang lembek menjadi faktor adanya longsor susulan di Aceh Tengah.










