BLANGPIDIE — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Safari Ramadhan di Masjid Baitussalam, Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Senin (09/03/2026).
Kegiatan itu dipimpin langsung Bupati Abdya Dr. Safaruddin, S.Sos MSP bersama jajaran pemerintah daerah. Di hadapan jamaah, Dr. Safaruddin menekankan pentingnya shalat sebagai kewajiban utama umat Islam. Ia menyebut shalat sebagai ibadah yang secara langsung diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad.
“Shalat adalah hubungan manusia dengan Allah atau habluminallah. Karena itu, setiap gerakan shalat harus dilakukan dengan khusyuk,” kata Dr. Safaruddin dalam ceramahnya.
Ia mengatakan pendidikan shalat harus ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Menurut dia, dalam ajaran Islam anak yang telah berusia tujuh tahun harus mulai dibiasakan menunaikan shalat.
“Shalat itu untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Jika dijalankan dengan khusyuk, maka akan membawa ketenangan jiwa,” ujarnya.
Selain shalat, Dr. Safaruddin juga menyinggung kewajiban menunaikan zakat. Ia menyebut zakat sebagai ibadah sosial yang mengatur hubungan manusia dengan sesama atau habluminannas.
“Setelah kita menjaga shalat dan menunaikan zakat, maka ketenangan hidup itu dijamin oleh Allah,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk membantu pembangunan Masjid Baitussalam. Ia menjanjikan alokasi Rp200 juta melalui APBK Perubahan 2026.
“Insya Allah, pembangunan masjid ini akan kita bantu melalui APBK-P 2026 sebesar Rp200 juta,” ujar Dr. Safaruddin.
Selain itu, pemerintah kabupaten juga akan menyerahkan dua unit pendingin ruangan (AC) untuk Masjid Baitussalam pada bulan Ramadhan tahun ini. Safaruddin mengatakan sebelumnya ia juga pernah menyerahkan satu unit AC untuk masjid tersebut saat menjabat Wakil Ketua DPR Aceh pada masa reses tahun 2023.
Safari Ramadhan itu turut dihadiri Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, Plt. Sekda Amrizal, para asisten, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), dan para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya. Selain itu hadir juga Keuchik dan tokoh masyarakat serta warga setempat.








