Banda Aceh – Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh rutin mengadakan pelatihan baca kitab setiap minggu di Kantin Ushuluddin. Walaupun tempatnya sederhana, kegiatan ini justru menjadi ruang belajar yang aktif bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan membaca kitab turats dan kitab kuning, yang merupakan rujukan penting dalam kajian Islam, khususnya ilmu hadis.
Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Ilmu Hadis dan juga terbuka bagi mahasiswa dari jurusan lain yang ingin belajar membaca kitab gundul. Suasana belajarnya santai, tapi tetap serius. Para mahasiswa duduk bersama di kantin sambil menyimak penjelasan para guru, lalu mencoba membaca dan memahami langsung teks-teks kitab klasik.
Kegiatan ini dipimpin oleh dua guru yang dikenal kuat dalam bidang qiraatul kutub. Yang pertama adalah Ustaz Dr. Lazuardi Muhammad Latif, Lc., M.Ag., Ph.D., yang juga merupakan Kaprodi Ilmu Hadis UIN Ar-Raniry sekaligus sponsor utama kegiatan ini. Beliau dikenal sebagai pelatih bahasa Arab bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry yang sering mengikuti lomba tingkat internasional, dan juga kerap menjadi dewan juri pada berbagai lomba bahasa Arab dan qiraatul kutub tingkat nasional.
Salah satu murid beliau yang pernah mengharumkan nama kampus adalah Marjanul Hayat, alumni UIN Ar-Raniry Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Ia berhasil meraih Juara 1 Qiraatul Kutub pada ajang Pekan Kreatif Mahasiswa (PKM) III PTKI se-Sumatra dan Asia Tenggara di Jambi tahun 2023.
Selain itu, pelatihan ini juga dibimbing oleh Ustaz Marjan, yang merupakan murid dari Dr. Lazuardi Muhammad Latif. Ia dikenal telah meraih berbagai penghargaan dalam lomba qiraatul kutub tingkat nasional. Kehadirannya memberikan semangat bagi mahasiswa yang ingin serius belajar membaca kitab.
Menariknya, dalam pelatihan ini mahasiswa tidak hanya belajar membaca kitab kuning, tetapi juga diajarkan cara mencari hadis-hadis sahih melalui media digital. Mahasiswa dikenalkan dengan berbagai platform keilmuan seperti Turats, Maktabah Syamilah, dan berbagai kitab digital resmi lainnya. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menelusuri dan menemukan hadis sebagai rujukan dalam belajar dan penelitian.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Hadis berharap tradisi belajar kitab tetap hidup di kalangan mahasiswa. Dari tempat yang sederhana seperti kantin kampus, diharapkan lahir mahasiswa yang tidak hanya paham kitab turats, tetapi juga mampu berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu keislaman.









