IDI- Sebanyak 7.643 keluarga korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur menerima bantuan stimulan ekonomi masing-masing Rp5 juta dari Kementerian Sosial.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Aceh Timur, Senin.
Selain bantuan stimulan ekonomi, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan isi hunian kepada 7.643 keluarga masing-masing Rp3 juta, bantuan jaminan hidup kepada 28.831 jiwa dengan total Rp38,9 miliar.
Serta santunan ahli waris korban meninggal dunia bencana hidrometeorologi untuk 60 jiwa dengan total Rp900 juta, santunan korban luka berat bencana hidrometeorologi untuk dua jiwa dengan total Rp10 juta.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan selain bantuan tersebut pemerintah juga menyalurkan bantuan perbaikan rumah yang nilainya mencapai Rp60 juta.
“Bantuan yang diberikan itu untuk pemulihan pascabencana. Pemulihan tidak hanya infrastruktur atau hunian, tetapi memulihkan ekonomi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur,” katanya.
Menteri menyebutkan penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui PT Pos, bukan perbankan. Sebab, penyaluran melalui PT Pos bisa lebih cepat dan tidak semua penerima bantuan memiliki rekening perbankan.
“Ada beberapa cara penyalurannya, pertama penerima bantuan mendatangi Kantor Pos. Kedua, petugas PT Pos mendatangi warga yang berkumpul di suatu tempat. Dan ketiga, khusus lanjut usia dan disabilitas, petugas PT Pos mendatangi langsung penerima,” katanya.
Oleh karena itu, Menteri Sosial mengingatkan penerima bantuan benar-benar menggunakan dana stimulan ekonomi, perbaikan rumah, dan lainnya tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Terkait penerima bantuan, Menteri menyebutkan data penerima bantuan tersebut adalah korban bencana yang sudah terverifikasi di lapangan. Data terverifikasi tersebut berdasarkan usulan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus berjuang menghadirkan data yang akurat dan terverifikasi. Tentunya, data yang disampaikan dinamis dan bisa bertambah. Jadi, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berdasarkan data yang sudah terverifikasi,” kata Saifullah Yusuf.









