Meulaboh – Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Barat Dr. Husensah, M.Pd. resmi menutup Daurah Tajwid dan Bahasa Arab Masjid Agung, pada Senin sore 16 Maret 2026, menjelang buka puasa bersama malam 27 Ramadhan 1447 H, di masjid Agung Baitul Ma’mur Aceh Barat.
Dalam sambutannya Dr. Husensah mengatakan, “Daurah Ramadhan ini kita apresiasi dan Dinas Syariat Islam sangat mendukungnya, baik moril maupun materil. Kedepan Daurah seperti ini harus kita tingkatkan, tidak hanya di bulan Ramadhan, tapi juga di luar bulan Ramadhan.”
Inisiator pelaksanaan Daurah Ramadhan ini adalah Imum Chik Masjid Agung Baitul Ma’mur Waled H. Saifuddin Yahya. “Kami sebagai pengurus masjid merasa terharu melihat Daurah ini diikuti oleh para guru, para imam masjid, akademisi, pelajar dan mayarakat umum,” ungkap Waled.
Waled Saifuddin yang juga merupakan Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Bustanul ‘Arifin desa Lapang ini juga mengatakan, “Kedepan kita harap di setiap desa ada satu guru tajwid Al-Qur’an yang diberikan insentif khusus oleh pemerintah. Setiap guru tersebut diseleksi dengan baik dan dibina lebih lanjut di masjid Agung sebulan sekali. Dengan demikian, kita harap bisa mentajwidkan masyarakat dan memasyarakatkan tajwid.”
Salah satu peserta terbaik Daurah Tajwid perdana ini adalah Ketua PC PERTI Aceh Barat Tgk. H. Muhammad Arifin Idris, yang akrab disapa Abu Cek. Abu Cek mengatakan, “Saya atas nama pribadi dan juga Ketua MUDAB mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada Bapak Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Barat, kepada Imum Chik Masjid Agung Melaboh, kepada Ust. Muhammad Yasin Jumadi, Lc. sebagai mu’allim, dan juga kepada Ketua Remaja Masjid Agung Tgk. Syahwaludin, M.A. sebagai ketua panitia daurah atas terlaksananya program ini.”
Abu Cek juga berharap kepada Bupati Aceh Barat, Bapak Tarmizi, S.P., M.M. untuk terus mendukung program ini, mengingat hal ini sangat penting bagi anak-anak muda, masyarakat umum, terlebih lagi kepada para imam masjid yang ada di seluruh desa di Aceh Barat, termasuk desa-desa terpencil.
Abu Cek menyampaikan, “Sembilan hari saya mengikuti Daurah ini seperti menuntut ilmu sembilan tahun. Begitulah kira-kira yang kami rasakan bahwa Daurah Tajwid metode praktis dan cepat ini sangat penting. Saya mengharap pada pemerintah agar daurah ini harus ada lanjutannya, baik sebulan sekali, atau tiga bulan sekali, atau minimal setahun sekali.”
Di sisi lain Abu Cek juga menyampaikan siap mendukung dan membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaan daurah ini ke berbagai desa atau kecamatan yang ada di Aceh Barat, termasuk melalui wadah PERTI yang pengurusnya sudah terbentuk di setiap kecamatan. Ini menjadi salah satu program unggulan PC PERTI Aceh Barat sesuai dengan arahan ulama Dayah yang ada dalam pengurus PERTI Aceh Barat.
Daurah Ramadhan ini diselenggarakan oleh Remaja Masjid Agung Meulaboh dan telah terlaksana selama 9 hari, yaitu 8 – 16 Maret 2026, dengan menggabung dua Daurah sekaligus, yaitu Daurah Tajwid Al-Qur’an jam 09.00 – 12.00 WIB, dan Daurah Bahasa Arab Praktis jam 14.30 – 15.30 WIB setiap harinya, dengan dua pemateri, yaitu Direktur Tahfidz Dayah Ruhul Qur’ani Meulaboh Ust. Muhammad Yasin Jumadi, Lc., dan Imum Chik Masjid Agung Meulaboh Waled H. Saifuddin Yahya.” []









