PADANG TIJI – Sejumlah pedagang keripik mulai membanjiri pintu tol Padang Tiji Kabupaten Pidie. Mereka mayoritas adalah para pedagang yang selama ini bertahan di Saree Aceh Besar.
Hal ini diungkapkan sejumlah pedagang yang ditemui atjehwatch.com di dekat pintu tol Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Senin 23 Maret 2026.
“Beberapa pedagang di sini memang berasal dari Saree. Namun ada juga yang membuka cabang ke sini. Jadi di Saree masih tetap,” kata Nurhayati, 34 tahun, pedagang keripik di Padang Tiji.
Keputusan untuk pindah, kata dia, diputuskan setelah berdiskusi dengan keluarga.
“Kebetulan suami orang sini. Jadi kita sewa lapak baru di pintu tol ini. Alhamdulillah karena baru, omsetnya lumayan,” ujar Nuhayati.
“Kalau lagi musim mudik seperti sekarang bisa mencapai jutaan perhari. Saat di Saree, terasa lebih sepi meski masih ada juga sedikit,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, para pedagang di lintasan Sare, Kabupaten Aceh Besar, mulai merasakan dampak dari dibukanya tol Padang Tiji-Seulimeum. Para pedagang yang biasanya meraup untung dari warga yang melintas via Saree saat musim liburan tiba, kini mulai turun omsetnya.
“Turunnya hingga setengah. Jika sebelumnya bisa jutaan, kini sehari itu cuma tiga hingga empat ratusan,” ujar Hidayat, salah seorang pedagang di Saree.
Menurutnya, keadaan ini turut dipegaruhi oleh banyaknya pengendara roda empat, terutama mobil pribadi, yang memiliki melintasi jalur Tol Padang Tiji-Seulimeum atau sebaliknya.
“Ini sebenarnya sudah jauh hari kita prediksi. Tapi alhamdulillah masih bisa bertahan,” katanya lagi.
Nurmiati, pedagang keripik lainnya di Saree juga mengaku hal yang sama.
“Dulu saat musim liburan terlihat padat, tapi kini tidak lagi. Mungkin banyak yang memilih jalur Tol baru ke Padang Tiji. Tapi alhamdulillah masih ada rejeki. Nanti kalau disewakan tempat jualan di Rest Area, rencana kami pindah kesana,” ujar dia.









