Banda Aceh – Museum Tsunami Aceh yang berada di ibu kota Provinsi Aceh yakni di Banda Aceh menjadi salah satu destinasi favorit yang dikunjungi masyarakat pada libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah kata pejabat setempat.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Kami melihat tren positif di mana Museum Tsunami bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang refleksi bagi keluarga dalam mengisi libur lebaran Idul Fitri,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh, M Syahputra Azwar di Banda Aceh, Rabu.
Ia menyebutkan total kunjungan hingga (24/3) ke Museum Tsunami Aceh mencapai 13.764 terdiri dari 3.315 anak-anak, sebanyak10.386 pengunjung dewasa dan 63 wisatawan mancanegara.
“Kehadiran belasan ribu pengunjung dalam dua hari terakhir ini menunjukkan bahwa pesan edukasi kebencanaan dari Aceh telah menjangkau audiens yang sangat luas,” kata M Syahputra Azwar.
Menurut dia khusus untuk wisatawan asing yang berkunjung ke Museum Tsunami Aceh didominasi oleh warga negara asal negeri jiran Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Eropa.
Ia mengatakan dalam menghadapi lonjakan pengunjung pada libur lebaran, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan termasuk penguatan personel di titik-titik krusial dan memastikan protokol kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar setiap pengunjung, baik nusantara maupun mancanegara, mendapatkan pengalaman yang mendalam mengenai sejarah dan mitigasi bencana saat berkunjung ke sini,” katanya.
Ia menambahkan Museum Tsunami Aceh mulai dibuka kembali setelah libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah pada Senin (23/3).










