IDI – Sebanyak 22 orang murid pkelas XII SMA Negeri 2 Idi Kabupaten Aceh Timur tahun ajaran 2025/2026 mengikuti sidang ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Ujian KTI ini sebagai salah satu syarat kelulusan bagi murid kelas XII berlangsung di SMA Negeri 2 Idi mulai 11 sampai hari Kamis, 16 April 2026 beberpa hari mendatang.
Kepala SMA Negeri 2 Idi, Henni Mahera Siregar kepada media ini, Minggu (12/4/2026) mengatakan, tujuan penulisan KTI ini yaitu, menyampaikan informasi yang akurat dan terverifikasi secara ilmiah kepada pembaca.
“KTI ini juga turut berkontribusi terhadap perkembangan pengetahuan dalam bidang ilmu tersebut,” ujar Henni.
Katanya, KTI ini biasanya disusun oleh para peneliti, ilmuwan, atau akademisi dan mahasiswa yang memiliki pengetahuan mendalam di bidangnya.
Namun kata kepala sekolah, dalam rangka meningkatkan pengetahuan murid sekaligus memberikan gambaran dasar tentang KTI, untuk tahun pertama kalinya murid kelas XII diwajibkan menuliskan KTI di bawah bimbingan guru pembimbing selama beberapa bulan.
Henni menjelaskan, para murid kelas XII tidak harus menulis karya ilmiah dengan tingkat kompleksitas yang setara dengan karya mahasiswa atau akademisi di kampus.
“Dengan keterbatasan sumber daya dan waktu untuk melakukan penelitian, fokus kita dalam menyusun karya ilmiah murid SMA/MA adalah pada pemahaman dasar atas topik yang dipelajari,” sebut Henni.
Ia mengungkapkan, para murid membuktikan dirinya untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya di depan dewan penguji yaitu, guru mereka sendiri yang nantinya akan dipilih karya ilmiah terbaik dan akan dipubilkasikan di jurnal karya ilmiah.
Henni menuturkan, Research Based Learning (RBL) menjadi tradisi di SMA Negeri 2 Idi Setiap murid kelas XII diwajibkan untuk melaksanakan pembelajaran tersebut dengan sebaik-baiknya guna memperluas wawasan mereka terhadap proses pembuatan sebuah karya tulis ilmiah.
“Tujuan adanya RBL ini untuk menciptakan kreativitas, inovasi, dan riset supaya murid bisa lebih bereksperimen dengan ide yang mereka dapatkan di lingkungan sosial,” tandasnya.
Dikatakannya, jadi tidak hanya pembelajaran sains yang sering dipelajari tetapi juga pembelajaran sosialnya pun harus lebih diperdalam lagi.
Henni menambahkan, kami bangga dengan adanya pogram ini, murid critical thinkingnya terasah dan kemampuan menulis semakin naik.
Kemudian kemampuan komputerisasi dan membaca berkembang, akhirnya banyak siswa membaca buku dan jurnal sebagai bahan referensi mereka. Dengan KTI, numerasi dn literasi pun terasah bagi anak anak.
Ditambakannya, ebagai salah satu sekolah di Kabupaten Aceh Timur, kami selalu memprogramkan yang terbaik untuk kualitas lulusan sebagaimana amanah dalam pendidikan.
“Kami menyadari, tentu program KTI murid ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, namun pihak sekolah senantiasa terus berupaya memperbaiki dan berupaya menjadi lebih baik ke depanya,” ucap Henni.










