Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Harga Plastik Naik 50 Persen, UMKM Kuliner Aceh Terancam Tertekan

redaksi by redaksi
13/04/2026
in Ekonomi
0
Harga Plastik Naik 50 Persen, UMKM Kuliner Aceh Terancam Tertekan

Banda Aceh – Kenaikan harga plastik hingga 50 persen berdampak signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner di Aceh. Kondisi ini memaksa para pelaku usaha untuk mencari berbagai strategi agar tetap bertahan tanpa harus menaikkan harga jual produk.

Lonjakan harga plastik yang merupakan turunan dari minyak bumi dinilai turut memperbesar beban biaya operasional. Di tengah situasi tersebut, para pelaku UMKM memilih melakukan efisiensi serta penyesuaian penggunaan kemasan guna menjaga daya beli konsumen.

Manager Hassa Ramen Bar, Muhammad Reza Fahlevi, menyebut kenaikan harga plastik memberikan dampak besar bagi pelaku usaha seperti dirinya.

“Harga plastik di dunia, khususnya saat ini, mengalami kenaikan karena merupakan turunan dari minyak. Hal ini sangat berdampak bagi kami pelaku UMKM. Kami harus putar otak untuk melakukan efisiensi operasional tanpa menaikkan harga jual produk,” ujar Reza.

Menurutnya, keputusan untuk tidak menaikkan harga diambil demi menjaga loyalitas konsumen di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Kami khawatir jika harga jual dinaikkan, itu akan berpengaruh pada konsumen kami,” kata Reza.

Reza mengungkapkan, kenaikan harga plastik bahkan mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya, sehingga semakin membebani pelaku usaha.

“Kalau bagi masyarakat umum mungkin terlihat kecil, tapi bagi kami pelaku usaha, dampaknya sangat besar. Harga plastik yang dulunya terjangkau, sekarang sudah sangat sulit dijangkau karena kenaikannya hampir dua kali lipat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya tengah merancang strategi untuk mengurangi penggunaan plastik, terutama untuk layanan pesan bawa pulang (take away).

“Ke depan kami akan mengurangi penggunaan plastik, khususnya untuk pelanggan take away. Kami juga akan mendorong pelanggan untuk membawa wadah sendiri, seperti tempat makan yang bisa digunakan ulang,” ungkap Reza.

Selain itu, efisiensi juga dilakukan di berbagai lini operasional, mengingat kenaikan tidak hanya terjadi pada plastik, tetapi juga bahan baku lainnya.

“Bukan hanya plastik, harga bahan baku seperti ayam, daging, dan bahan segar lainnya juga mengalami kenaikan. Ini sangat berpengaruh bagi kami, karena hampir semua komponen operasional ikut naik,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya faktor lain yang turut memengaruhi kenaikan harga, termasuk kebijakan dan distribusi bahan baku di tingkat pemasok.

“Ada juga pengaruh dari kebijakan pemerintah dan distributor yang ikut menaikkan harga. Jadi dampaknya terasa dari berbagai sisi,” lanjutnya.

Di tengah tekanan tersebut, Reza berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk membantu keberlangsungan UMKM, baik melalui stabilisasi harga maupun kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil.

“Harapannya, kami para pelaku UMKM bisa terus bertahan tanpa mengalami kerugian. Kami juga berharap pemerintah dapat membantu menormalkan harga bahan baku atau memberikan subsidi, agar usaha kami tetap berjalan,” tutupnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Aceh masih berupaya beradaptasi di tengah tekanan biaya produksi. Berbagai strategi dilakukan agar usaha tetap berjalan dan tidak terdampak lebih jauh oleh kenaikan harga bahan baku, termasuk plastik yang menjadi kebutuhan utama dalam sektor kuliner.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Pengukuhan Guru Besar, Ketua IGPKhI Aceh Ucapkan Selamat Kepada Dewan Pembina Organisasi

Next Post

Bupati Abdya Instruksikan Dinsos dan Baitul Mal Turun ke Rumah Nurlaila

Next Post
Bupati Abdya Instruksikan Dinsos dan Baitul Mal Turun ke Rumah Nurlaila

Bupati Abdya Instruksikan Dinsos dan Baitul Mal Turun ke Rumah Nurlaila

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Abdya Instruksikan Dinsos dan Baitul Mal Turun ke Rumah Nurlaila

Bupati Abdya Instruksikan Dinsos dan Baitul Mal Turun ke Rumah Nurlaila

13/04/2026
Harga Plastik Naik 50 Persen, UMKM Kuliner Aceh Terancam Tertekan

Harga Plastik Naik 50 Persen, UMKM Kuliner Aceh Terancam Tertekan

13/04/2026
Pengukuhan Guru Besar, Ketua IGPKhI Aceh Ucapkan Selamat Kepada Dewan Pembina Organisasi

Pengukuhan Guru Besar, Ketua IGPKhI Aceh Ucapkan Selamat Kepada Dewan Pembina Organisasi

13/04/2026
Pengadilan Negeri Idi Tandatangani MoU dengan SLBN Aceh Timur

Pengadilan Negeri Idi Tandatangani MoU dengan SLBN Aceh Timur

13/04/2026
Warga Desa Sahraja Dirikan Rumah Ibadah dari Kayu Gelondongan

Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang untuk Pemulihan Pascabencana

13/04/2026

Terpopuler

Muscab PKB Pidie Lahirkan 7 Nama Kadidat Ketua

Muscab PKB Pidie Lahirkan 7 Nama Kadidat Ketua

13/04/2026

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Pemuda Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal Bersama AMM Aceh

Negara Tak Boleh Tutup Mata: Warga Kuala Kepeung Tuntut Pengembalian Tanah dari HGU PT ASN

Harga Plastik Naik 50 Persen, UMKM Kuliner Aceh Terancam Tertekan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com