BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan Guru Besar yaitu beberapa orang Profesor di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Salah satunya bidang Pendidikan Bahasa Inggris, Prof Dr Iskandar Abdul Samad SPd MApp Ling dalam sidang terbuka Senat Akademik USK di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (13 /4/2026).
Salah seorang dari lima guru besar atau Profesor FKIP USK yang dikukuhkan itu, ada nama Prof Iskandar Abdul Samad paling muda diantara mereka berusia 48 tahun.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Iskandar menegaskan, bahwa penguasaan elemen genre menjadi kunci utama keberhasilan komunikasi lisan, terutama dalam konteks akademik dan profesional.
Media ini mengutip orasi ilmiahnya berjudul “Penguasaan Elemen Genre Kunci Sukses Dalam Komunikasi Lisan.’
Iskandar menjelaskan, bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh cara pesan itu disampaikan.
Menurutnya, elemen genre mencakup tujuan komunikasi, struktur komunikasi, dan unsur kebahasaan, yang membuat sebuah gagasan dapat dipahami, diterima, dan memberi pengaruh kepada audiens.
Ia menyoroti bahwa dalam dunia akademik, komunikasi lisan hadir dalam beragam bentuk, seperti ujian tesis, presentasi konferensi, debat, dan pidato. Setiap bentuk komunikasi tersebut,
Katanya, komunikasi itu berlangsung dalam komunitas wacana yang memiliki tujuan, struktur dan unsur kebahasaan.
“Oleh karena itu, seorang penutur dituntut mampu menyesuaikan struktur, bahasa, penyampaian, dan strategi komunikasi sesuai dengan karakter audiensnya,” ujar Koordinator Prodi S-2 Bahasa Inggris ini.
Lebih lanjut dalam bidang kajiannya, Prof Iskandar memberi perhatian khusus pada ujian tesis sebagai salah satu peristiwa komunikasi akademik yang memiliki genre tersendiri.
Ia menilai, mahasiswa dalam ujian tesis bukan hanya diuji atas substansi penelitian tetapi juga atas kemampuannya menjelaskan riset secara sistematis, mempertahankan argumen secara rasional, merespons pertanyaan secara spontan serta menjaga sikap ilmiah di tengah tekanan psikologis.
Prof Iskandar menuturkan, berdasarkan penelitian yang dilakukannya di sejumlah perguruan tinggi di Aceh dan Sumatera Utara, ia menemukan bahwa ujian tesis memiliki struktur komunikasi yang relatif konsisten, yakni preliminary, opening, defence proper, in camera segment, dan closing.
Temuan ini ungkapnya, menunjukkan bahwa ujian tesis bukanlah peristiwa komunikasi yang acak, melainkan proses yang tersusun dan terarah, sehingga mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan memahami pola komunikasinya.
Dalam irasinya itu, Prof Iskandar menegaskan keyakinannya bahwa penguasaan elemen genre merupakan salah satu kunci utama keberhasilan dalam komunikasi lisan, termasuk dalam ujian tesis.
:Mahasiswa yang mampu berkomunikasi dengan baik, ujarnya, akan memiliki peluang lebih besar untuk menampilkan kualitas penelitiannya secara utuh. Sebaliknya, penelitian yang baik kerap tidak terlihat maksimal apabila tidak disampaikan dengan baik,” ucapnya.
Prof Iskandar menambahkan, pengukuhan ini turur menambah deretan guru besar FKIP USK, dan menyebut sejumlah guru besar lain dari FKIP USK yang dikukuhkan serya menjadi bagian penting dari lingkungan akademik fakultas tersebut.
“Prof Denni Iskandar, Prof Samingan, Prof Saminan, dan Prof M. Ikhsan, adalah nama-nama yang dikukuhkan sebagai Guru Besar FKIP USK,” sebutnya.
Terakhir Prof Iskandar menyampaikan, ucapan terima kasihnya kepada sejumlah akademisi lainnya yang memberikan dukungan dalam perjalanan akademiknya menuju jabatan profesor.
“Pengukuhan ini menegaskan kontribusi FKIP USK dalam memperkuat pengembangan ilmu pendidikan dan linguistik terapan, sekaligus memperlihatkan komitmen kampus dalam mendorong kualitas komunikasi akademik yang efektif di tingkat perguruan tinggi,” pungkasnya.










