Banda Aceh – Dosen dan mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, turut serta dalam kegiatan survey dan gotong royong (meuseraya) pemeliharaan cagar budaya di Kota Banda Aceh.
Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, dosen dan mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam FAH UIN Ar-Raniry, serta masyarakat yang turut menjaga dan melestarikan kompleks pemakaman tersebut. Dilaksanakan pada hari minggu 4 Oktober 2026.
Adapun yang dkunjungi ada 4 lokasi yaitu situs makam Syahbandar Mukhtabar Khan gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja, situs makam Raja Reubah gampong Lamlagang Kecamatan Banda Raya, situs makam Tuan Maqdum gampong Bitai Kecamatan Jaya Baru, situs makam Jeurat Manyang gampong Blang Cut Kecamatan Lueng Bata.
Dalam kegiatan ini, semuanya melakukan gotong royong dengan membersihkan area makam, khususnya lumut yang menutupi bagian permukaan makam dan nisan. Pembersihan dilakukan secara teliti untuk membantu menampakkan kembali motif dan ornamen yang terdapat pada nisan makam.
Selain kegiatan pembersihan, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai cara melakukan pemeliharaan makam dan nisan secara hati-hati. Mereka diarahkan agar proses pembersihan tidak dilakukan secara sembarangan, karena dapat berisiko menghilangkan atau merusak ukuran dan bentuk motif yang terdapat pada nisan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa SKI dalam memahami peninggalan sejarah secara langsung di lapangan. Melalui kegiatan meuseraya, mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui sumber tertulis, tetapi juga berkesempatan mengamati secara langsung tinggalan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemeliharaan cagar budaya diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan situs-situs bersejarah di Aceh sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai sumber pengetahuan sejarah.





![Sang Kombatan [Jilid 2]](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-09-30-at-08.59.08-1-120x86.jpeg)


