Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Beras Bikin Cemas

Atjeh Watch by Atjeh Watch
07/03/2024
in Opini
0
Beras Bikin Cemas

Oleh: Dian Alasta Selian
Direktur IBRI (Indonesia Brilian Riset Institut)

Sebuah ciri keberhasilan sebuah pemerintahan di suatu negara adalah stabilnya harga-harga kebutuhan pokok. Hal ini menggambarkan berjalannya tata kelola pemerintahan yang baik di negara tersebut. Sudah tugas pemerintah untuk mensejahterakan rakyatny. Wujud kesejahteraan ini adalah stabilnya barang-barang kebutuhan pokok masyarakat.

Berkaca dari negara-negara maju, bisa dipastikan tingkat inflasi bahan-bahan kebutuhan pokok di Negara tersebut sangat rendah dan stabil alias tidak fluktuatif. Namun berbeda halnya dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia, kebutuhan-kebutuhan pokok seperti beras, minyak makan, gula adalah komoditas yang gampang sekali mengalami kenaikan harga/inflasi.

Sebenarnya tidak hanya beras saja, tapi hampir seluruh bahan-bahan kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan, namun beraslah yang sangat mencuri perhatian karena ini merupakan bahan pokok utama di negara tropis ini.

Beras saat ini mengalami lonjakan harga di mana-mana. Harga beras mencapai Rp 18.000.,-21.000 per kg. Naiknya harga beras dipasaran tentu saja meresahkan masyarakat karena beras merupakan makanan pokok bangsa ini.

Banyak faktor yang melatarbelakangi naiknya harga beras ini diantaranya adalah produksi beras yang rendah. Para petani mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan subsidi pupuk yang tidak merata yang diterima oleh petani, sehingga mereka tidak dapat menekan biaya produksi untuk menurunkan harga.

Badai elnino yang terjadi di sejumlah daerah juga mengakibatkan terlambatnya musim panen, sehingga berdampak pada waktu panen juga merupakan penyebab naiknya harga beras. Ketika permintaan naik atau konstan namun supply/penawaran rendah maka yang terjadi adalah kenaikan harga komoditas tersebut.

Spekulan-spekulan beras juga berperan dalam kenaikan harga beras ini. Disinyalir adanya pihak-pihak di beberapa daerah yang menahan pasokan beras agar tidak sampai ke pasar sehingga mengakibatkan harga naik. Tindakan para spekulan ini sangat merugikan banyak pihak terutama masyarakat.

Panic buying juga menyumbang kenaikan beras ini, masyarakat menjadi cemas. Belajar dari pengalaman kelangkaan minyak goreng beberapa tahun silam, banyak masyarakat yang berlomba-lomba untuk menimbun dan menstok beras. Tindakan tersebut malah memperparah keadaan dan membuat harga sulit turun.

Bahkan ada yang berpendapat kenaikan harga beras dipicu para calon wakil rakyat yang banyak melakukan pembelian beras untuk dibagi kepada masyarakat untuk menghimpun dukungan. Akan tetapi saya kurang setuju dengan pendapat di atas.  Menurut penulis ini tidak signifikan dalam mempengaruhi supply dan demand beras di Indonesia.

Rendahnya generasi muda yang tertarik untuk menjadi petani juga secara tidak langsung menjadi variable yang turut menyumbang kenaikan harga beras ini.

Pada acara Dies Natalis sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan jika banyak lulusan dari kampus pertanian tersebut yang bekerja di bank. Ia mengatakan memiliki data bahwa banyak direksi perbankan BUMN yang (berasal) dari kampus tersebut. Padahal, menurutnya, sarjana lulusan pertanian diperlukan untuk tetap fokus di sektor tersebut, untuk mengembangkan pertanian di Indonesia.

Lantas apa jalan keluar dari segala masalah kenaikan harga beras ini?

Pemerintah memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam hal penstabilan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya di negara ini. Karena ekonomi Indonesia sangat rentan goyang terkait dengan barang kebutuhan pokok ini. Pemerintah harus mencari solusi agar tidak terjadi krisis pangan yang mencekik masyarakat apalagi golongan berpendapatan rendah. Jangan sampai daya beli masyarakat yang menurun ini berkontribusi dalam meningkatnya jumlah penduduk miskin di Indonesia.

Impor harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum kelangkaan terjadi. Pemerintah harus bisa memprediksi dan memperhitungkan kondisi dan peristiwa yang biasanya mempengaruhi naik turunnya harga kebutuhan beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah harus sering melakukan operasi-operasi pasar untuk penstabilan harga di masyarakat.

Pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan petani. Subsidi pupuk harus ditingkatkan dan penyalurannya harus diawasi dengan ketat. Hal ini sangat penting agar petani tidak lagi terjerat hutang dengan tengkulak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kemudian harus menjual hasil panennya dengan harga murah.

Pemerintah juga harus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor beras. Karena di satu sisi impor tersebut untuk menstabilkan harga dan memenuhi pasokan dalam negeri, namun di sisi lain hal ini sangat merugikan petani karena mereka harus menjual hasil panen dengan harga murah agar tidak kalah dipasaran.

Indonesia adalah negara agraris sejak berabad-abad yang lampau bukanlah hal yg mustahil untuk diwujudkan, mengingat lahan yang sangat luas yang kita miliki.
Inovasi juga harus dilakukan oleh para petani-petani kita.

Inovasi merupakan hal yang sangat penting dalam pertanian modern dalam hal meningkatkan produksi pangan. Dengan adanya inovasi, petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti lahan, air, dan pupuk, sehingga dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Masyarakat juga punya andil yang besar dalam rangka penstabilan harga pangan ini. Masyarakat tidak boleh panik dan melakukan penimbunan. Hal ini hanya akan mengakibatkan sulitnya harga beras untuk turun. Tetaplah melakukan konsumsi sewajarnya seperti sebelum kenaikan harga beras terjadi.

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan…

Previous Post

Bawaslu Aceh Minta Perbaikan Rekapitulasi Perhitungan Suara di Aceh Timur

Next Post

Rektor UIN Ar-Raniry Ikut MOT Penguatan Moderasi Beragama

Next Post
Rektor UIN Ar-Raniry Ikut MOT Penguatan Moderasi Beragama

Rektor UIN Ar-Raniry Ikut MOT Penguatan Moderasi Beragama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

28/04/2026
Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

28/04/2026
Buku “Kampoeng Peunayong” Resmi Menjadi Koleksi Perpustakaan UNISSA Brunei Darussalam

Buku “Kampoeng Peunayong” Resmi Menjadi Koleksi Perpustakaan UNISSA Brunei Darussalam

28/04/2026
Media Asing Soroti Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Media Asing Soroti Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28/04/2026
Daftar Sekutu AS yang Tolak Pangkalannya Dipakai buat Serang Iran

Daftar Sekutu AS yang Tolak Pangkalannya Dipakai buat Serang Iran

28/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Pesantren Al Zahrah Bireuen Siap Jadi Tuan Rumah LP3 se-Aceh dan Sumut

Aktivis HAM Aceh: Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Yang Tidak Pro Rakyat

Beras Bikin Cemas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com