Oleh Asyfa Karima. Penulis adalah mahasiswi UIN Ar-Raniry.
Desa Keude Bieng adalah desa yang sangat luar biasa, yang terletak di kecamatan Lhoknga, adalah salah satu desa yang menjadikan pengembangan kerajinan tangan yang sangat luar biasa.
Anyaman yang dibuat banyak model seperti tutup saji, pot bunga, hiasan cermin, topi dan lain sebagainya. Yang menjual dan juga yang membuat kerajinan tangan tersebut adalah rata-rata kebanyakan para wanita yang sangat luar biasa.
Kemudian cara membuatnya dengan membersihkan terlebih dahulu dan setelah itu langsung dapat di jadikan sebuah anyaman kerajinan tangan. Dan jenisnya itu ada juga rotan yang tidak memiliki kulitnya, yang biasanya itu untuk dipakai sebagai anyaman kotak atau keranjang kecil-kecilan, seperti tempat buah dan lain sebagainya.
Asal kerajinan anyaman rotan tersebut adalah memang dari Aceh besar sendiri yang terletak di Desa Keude Bieng, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Dan kerajinan tangan yang dibuat itu dijual di pinggiran jalan desa setempat, dan harganya pun sangat bermacam- macam raga dari yang murah sampai yang mahal.
Dan anyaman ini ada juga dijual di desa untuk warga masyarakat gampoeng, dan terkadang juga ada di sekeliling pasar. Tapi sekarang sudah jarang dijual di desa-desa karena mereka sudah ada toko masing-masing, yang terletak pas di pinggiran jalan desa Keude Bieng.
Kerajinan tangan sangat penting untuk budaya suatu daerah. Dengan mengembangkan anyaman kerajinan tangan, desa dapat menjaga dan memelihara budaya mereka, pembuatan kerajinan tangan melibatkan keterampilan yang sangat luar biasa dan juga pegetahuan yang sangat tinggi yang udah diturunkan dari generasi ke generasi sampai sekarang, sehingga dapat membantu melestarikan budaya.

Kerajinan tangan yang unik ini bisa dapat menjadikan daya tarik wisatawan. Dan dengan mengembangkan kerajinan tangan, desa Keude Bieng dapat meningkatkan daya tarik untuk parawisata, dan mereka dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari parawisata. Parawisatapun dapat membeli kerajinan tangan yang bervariasi.
Desa Keude Bieng memiliki beberapa model kerajinan tangan. Ada beberapa jenis kerajinan tangan yang dapat dikembangkan dalam desa ini:
Salah satunya seperti anyaman rotan dari bambu. Bambu merupakan tanaman yang sudah umum di Desa Keude Bieng dan bahkan juga sudah menjadi salah satu sumber daya penghasilan utama warga desa tersebut. Dan bambu juga bahan yang melimpah di sekitar desa keudebing.
Bambu juga sering dijadikan bahan utama untuk membuat berbagai produk anyaman seperti tikar, keranjang,topi, pot bunga, hiasan cermin, tas dan juga beberapa kerajinan tangan lainnya. Kerajinan anyaman dari bambu memiliki nilai seni dan yang tinggi.
Anyaman bambu adalah teknik anyaman yang menggunakan serat bambu sebagai bahan dasarnya. Bambu adalah salah satu bahan anyaman yang sangat kuat dan tahan lama, sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan anyaman.
Sedangkan harganya ada bermacam-macam raga, ada bentuk petak dan juga bulat dengan harga antaranya ada yang murah dan juga yang mahal. Adapula rotan yang bentuknya besar biasanya dibuat kursi, hiasan cermin, meja, vas bunga dan lainnya.
Pengembangkan kerajinan tangan sangat luar biasa bagi desa keudebing, karena dapat meningkatkan daya Tarik masyarakat, dan pengembangan kerajinan tangan adalah suatu proses dan strategi untuk dipromosikan untuk meningkatkan produknya.
Kemudian anyaman dari kayu juga bahan yang tersedia di Desa Keude Bieng. Masyarakat desa dapat membuat dan menghasilkan berbagai produk kerajinan kayu seperti ukiran meja dan kursi, dan perabotan rumah tangga. Anyaman kayu ini dapat menjadi produk yang sangat diminati oleh para pembeli.
Masyarakat Desa Keude Bieng memiliki banyak keahliannya masing-masing dalam membuat kerajinan tangan yang unik dan berkualitas tinggi. Mereka dapat mengembangkan usahanya dengan kerajinan tangan tersendiri yang luar biasa.
Jadi kerajinan tangan itu manfaatnya sangat luar biasa, pastinya harus banyak sabar dalam pembuatannya dan tantangan utama dalam pengembangan kerajinan tangan di desa keudebing, dan meliputi Pendidikan dan juga pelatihan yang sangat luar biasa, serta harus di promosikan yang sangat efektif agar laris manis, kemudian warga dan konsumen (pembeli) pun tertarik untuk membeli anyaman rotan atau kerajinan tangan tersebut.










