Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemlu Ungkap Penyebab Mahasiswa RI Meninggal usai Dampingi Pejabat

redaksi by redaksi
09/09/2025
in Nasional
0
Kemlu Ungkap Penyebab Mahasiswa RI Meninggal usai Dampingi Pejabat

Ilustrsi. Kemlu ungkap penyebab mahasiswa RI di Belanda meninggal dunia usai dampingi rombongan pejabat. Foto: CNNIndonesia/Riva Dessthania Suastha

Jakarta – Kementerian Luar Negeri buka suara terkait seorang mahasiswa RI di Belanda bernama Muhammad Athaya Helmi Nasution, yang meninggal dunia saat mendampingi kunjungan rombongan pejabat RI ke Wina, Austria, pada akhir Agustus lalu.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu Judha Nugraha menyampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wina sudah berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait meninggalnya Athaya.

“KBRI Wina telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan diperoleh informasi bahwa berdasarkan hasil otopsi, almarhum meninggal karena dugaan kejang (suspected seizure),” kata Judha dalam pernyataan resmi pada Selasa (9/9).

Judha menerangkan KBRI Wina juga sudah berkoordinasi dengan keluarga Athaya dan memberi bantuan kekonsuleran berupa pengurusan dokumen, koordinasi dengan otoritas setempat, hingga pemulasaran jenazah bersama dengan komunitas Islam Indonesia di Wina.

Sesuai permintaan keluarga jenazah Athaya telah dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 4 September 2025. Laki-laki berusia 18 tahun itu merupakan mahasiswa di Universitas Hanze, di Groningen, Belanda.

“Yang bersangkutan sedang bertugas mendampingi Delegasi RI dalam rangkaian pertemuan dengan otoritas Austria. Sedangkan penugasan panitia yang berasal dari kalangan mahasiswa, keseluruhannya dikelola langsung oleh pihak EO dari Indonesia,” ungkap Judha.

Di kesempatan ini, Judha menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Athaya.

Tuntut EO tanggung jawab

Bela sungkawa juga disampaikan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda di akun Instagram @ppibelanda.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu anggota kami, Muhammad Athaya Helmi Nasution yang merupakan anggota PPI Groningen dalam rangka mendampingi sebuah kunjungan tertutup yang melibatkan pejabat publik (DPR, OJK dan Bank Indonesia) pada tanggal 25-27 Agustus 2025 di Wina Austria,” demikian pernyataan PPI Belanda di media sosial yang dirilis pada hari ini, Senin (8/9).

Dalam pernyataan itu, PPI Belanda juga menyebut Athaya mengalami kejang atau suspected seizure kemungkinan besar mengalami heat stroke (sengatan panas) berkaitan dengan kurangnya cairan dan asupan nutrisi serta kelelahan yang mengakibatkan electrolyte imbalances (ketidakseimbangan elektrolit) dan hypoglycemia (kadar gula darah turun dibawah kadar normal) hingga berujung pada stroke, setelah dari pagi hingga malam hari beraktivitas sebagai pemandu.

Athaya meninggal pada 27 Agustus. Namun, menurut PPI Belanda, tak ada pernyataan atau permintaan maaf dari pihak event organizer (EO) atau koordinator liaison officer (LO) kepada keluarga pelajar itu.

Selain itu, tidak ada upaya dari pihak EO, koordinator LO, maupun pejabat publik yang hadir untuk menemani keluarga. Pihak keluarga juga menyampaikan ada indikasi penutupan keterangan kegiatan apa dan siapa yang dipandu Athaya di Wina dari pihak EO.

Dalam pernyataan tersebut, PPI Belanda lantas menuntut akuntabilitas, transparansi, dan pertanggungjawaban dari pihak EO. Koordinator Liaison Officer, kata mereka, harus segera merespons peristiwa meninggalnya Athaya.

Mereka juga menuntut akuntabilitas Kedutaan Besar RI Den Haag serta KBRI di berbagai negara lain untuk menghentikan pelibatan pelajar dalam kunjungan atau perjalanan pejabat publik di luar negeri tanpa koordinasi resmi dengan PPI.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Kapal Bawa Bantuan Gaza Diserang Drone di Tunisia, Dek Terbakar

Next Post

PM Francois Bayrou Lengser, Pemerintah Prancis Kolaps

Next Post
PM Francois Bayrou Lengser, Pemerintah Prancis Kolaps

PM Francois Bayrou Lengser, Pemerintah Prancis Kolaps

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Satu Meninggal dan 13 Terluka Akibat Longsor di Aceh Tengah

Satu Meninggal dan 13 Terluka Akibat Longsor di Aceh Tengah

14/09/2026
Imigrasi Banda Aceh Serahkan Dua WN RRT kepada Tim Inteldakim Kualanamu

Imigrasi Banda Aceh Serahkan Dua WN RRT kepada Tim Inteldakim Kualanamu

14/09/2026
UTU Rampungkan 5 Ruang Kelas Darurat di Aceh Tengah

UTU Rampungkan 5 Ruang Kelas Darurat di Aceh Tengah

14/09/2026
Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

14/09/2026
PLN Blangpidie Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Sebagian Wilayah Blangpidie dan Susoh Hari ini Akan Alami Pemadaman Sementara

PLN Blangpidie Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Sebagian Wilayah Blangpidie dan Susoh Hari ini Akan Alami Pemadaman Sementara

14/09/2026

Terpopuler

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

13/09/2026

Setelah 20 Tahun Menanti, Tim Voli Abdya Lolos ke PORA

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Terima Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi dari Gubernur Aceh

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Kemlu Ungkap Penyebab Mahasiswa RI Meninggal usai Dampingi Pejabat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com