Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Paul Biya: Presiden Tertua di Dunia, Pimpin Kamerun 8 Periode

redaksi by redaksi
28/10/2025
in Sosok
0
Paul Biya: Presiden Tertua di Dunia, Pimpin Kamerun 8 Periode

Paul Biya delapan periode menjabat Presiden kamerun. (AFP/ALEXIS HUGUET)

Jakarta – Paul Biya (92) kembali memastikan diri menjabat presiden untuk periode ke delapan usai memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) Kamerun.

Dewan Konstitusi Kamerun menyatakan Biya memperoleh suara 53,7 persen dan lawannya mantan menteri pemerintahan Issa Tchiroma Bakery dengan 35,2 persen.

“Dengan ini menyatakan presiden terpilih: kandidat Biya Paul,” kata Presiden Dewan Konstitusi Clement Atangana pada Senin (27/10), dikutip CNN.

Paul Biya lahir pada 13 Februari 1933 di Mvomeka saat Kamerun masih di bawah kendali Prancis. Negara Afrika ini kemudian merdeka dari Prancis pada 1960.

Perkenalan Biya dengan politik bisa ditilik saat kuliah. Ketika itu, dia mengambil jurusan politik dan hukum di sebuah perguruan tinggi di Prancis dan kembali ke Kamerun pada 1960.

Sepanjang 1960-an, Biya memegang berbagai jabatan pemerintahan di Kamerun. Pada Juni 1975, Biya menjadi perdana menteri di bawah pemerintahan Presiden Ahmadou Ahidjo, demikian dikutip Britannica.

Lalu pada 1982, Ahidjo mengundurkan diri secara tak terduga. Kondisi ini membuat Biya duduk di kursi kepresidenan sesuai konstitusi. Dia kemudian dilantik pada 6 November di tahun yang sama.

Pada saat itu, Ahidjo tetap menjadi kepala satu-satunya partai politik di negara tersebut Uni Nasional Kamerun (UNC). Mulanya transisi pemerintahan itu berlangsung damai.

Namun, gesekan keduanya meningkat karena Biya ingin memperluas pengaruhnya. Kemudian pada Agustus 1983, Ahidjo diminta mengundurkan diri sebagai ketua UNC.

Bulan berikutnya, saat kongres luar biasa, Biya terpilih untuk memimpin UNC. Dua tahun setelah itu, dia terpilih kembali menjadi presiden pada 1984.

Di tahun tersebut, ada dugaan Ahidjo dan pendukungnya di UNC merencanakan kudeta untuk menggagalkan kemenangan itu. Namun, upaya itu gagal.

Kemudian pada 1985 saat kongres UNC, Biya membubarkan partai dan mendirikan Gerakan Demokratik Rakyat Kamerun (Rassemblement Démocratique de Peuple Camerounais/RDPC).

Lalu pada 1992, Kamerun untuk pertama kalinya menggelar pemilu dengan multipartai dan lagi Biya tetap menang.

Pemilu berikutnya digelar pada 1997, saat itu masa jabatan presiden hanya lima tahun. Lalu, Biya mengubah konstitusi menjadi tujuh tahun sehingga pemilu baru digelar pada 2004.

Tak berhenti di sana, pada 2008 Biya melakukan tindakan kontroversial dengan menghapus masa jabatan presiden dan membuka jalan dia bisa mencalonkan diri lagi dalam pemilu mendatang.

Dia terpilih kembali menjadi presiden dalam pemilu 2011 dan 2018, lalu dalam kontestasi politik di tahun ini.

Selama menjadi presiden, dia memimpin dengan tangan besi. Biya juga kerap menindas lawan atau pihak yang mengkritik kebijakannya.

Di bawah pimpinan Biya, Kamerun juga menghadapi berbagai masalah akut seperti korupsi hingga konflik separatis yang penuh kekerasan di wilayah-wilayah barat.

Biya juga menjadi kepala negara tertua di dunia yang masih menjabat dengan usia 92 tahun. Jika dia berhasil menyelesaikan jabatan di periode ini, maka di tahun terakhirnya Biya akan berusia 99 tahun.

Posisi kedua sebagai kepala negara tertua di dunia diduduki Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang kini berusia 89 tahun.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Komnas HAM Minta Sidang Dua Prajurit Kasus Penembakan Digelar Terbuka

Next Post

Dokter Bedah Selandia Baru Angkat 100 Magnet dari Usus Remaja 13 Tahun

Next Post
Dokter Bedah Selandia Baru Angkat 100 Magnet dari Usus Remaja 13 Tahun

Dokter Bedah Selandia Baru Angkat 100 Magnet dari Usus Remaja 13 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Prabowo Salat Id di Aceh, Menag: Presiden Ingin Bersama Warga Terdampak Bencana

Prabowo Salat Id di Aceh, Menag: Presiden Ingin Bersama Warga Terdampak Bencana

23/03/2026
Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

23/03/2026
Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

23/03/2026
Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

22/03/2026
Kisah Mahasiswa Asal Aceh Pilih Tidak Mudik dan Rayakan Lebaran di Surabaya

Kisah Mahasiswa Asal Aceh Pilih Tidak Mudik dan Rayakan Lebaran di Surabaya

22/03/2026

Terpopuler

Paul Biya: Presiden Tertua di Dunia, Pimpin Kamerun 8 Periode

Paul Biya: Presiden Tertua di Dunia, Pimpin Kamerun 8 Periode

28/10/2025

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com