Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

LSM KOMPAK Desak Pemkab Abdya Evaluasi Dugaan Monopoli Dukungan Lahan Sawit

redaksi by redaksi
14/11/2025
in Lintas Barat Selatan
0
LSM KOMPAK Desak Pemkab Abdya Evaluasi Dugaan Monopoli Dukungan Lahan Sawit

Blangpidie- LSM KOMPAK menyampaikan keprihatinan serius terkait dugaan pemberian dukungan lahan sawit rakyat seluas ±12.500 hektare kepada hanya satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Aceh Barat Daya. Kebijakan ini dinilai berpotensi mengarah pada monopoli terselubung, melemahkan posisi tawar petani, dan menciptakan ketergantungan ekonomi yang berbahaya.

Ketua LSM KOMPAK, Saharuddin menegaskan bahwa langkah tersebut tidak selaras dengan prinsip persaingan usaha yang sehat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Menurut Saharuddin, Abdya adalah daerah penghasil sawit yang sangat produktif. Dengan basis perkebunan rakyat yang besar, kebijakan yang menutup ruang persaingan hanya akan menahan laju kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi ±12.500 hektare yang diarahkan kepada satu PKS, pasar sawit Abdya secara otomatis berubah menjadi pasar tunggal, di mana petani tidak memiliki pilihan lain kecuali menjual kepada pabrik yang sama. “Kondisi seperti ini, menurut analisis ekonomi komoditas, hampir selalu menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) dan membuat petani rentan terhadap penetapan harga sepihak,”ungkap Saharuddin, Jumat 14 November 2025.

Saharuddin menilai, fenomena ini juga bertentangan dengan pola pembangunan daerah sentra sawit di berbagai provinsi seperti Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan, yang secara konsisten mendorong kehadiran lebih dari satu PKS untuk menciptakan stabilitas harga dan hilirisasi yang merata. “Dengan kondisi lahan rakyat di Abdya yang cukup luas, KOMPAK menilai sangat wajar jika daerah ini dapat menopang dua atau lebih PKS sekaligus, sehingga persaingan dapat memberikan manfaat langsung kepada petani,”ujarnya.

LSM KOMPAK meminta Pemerintah Kabupaten Abdya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dukungan lahan tersebut. Pemerintah perlu memastikan bahwa tidak ada keberpihakan yang mencederai prinsip keadilan dan tidak ada proses yang mengarah pada pembentukan dominasi pasar oleh satu pihak. Selain itu, KOMPAK menyerukan perlunya audit independen untuk melihat sejauh mana kebijakan itu berpotensi merugikan petani dan memengaruhi struktur pasar sawit di Abdya.

“Kita juga mendorong pemerintah membuka peluang pendirian PKS baru, sehingga dukungan lahan rakyat dapat terbagi secara lebih proporsional dan mampu menciptakan iklim usaha yang seimbang,” kata Saharuddin

Saharuddin menegaskan bahwa seruan ini bukan untuk menghambat investasi, melainkan untuk memastikan agar ekosistem usaha perkebunan di Abdya berjalan dengan sehat. “Tanpa persaingan, pembangunan ekonomi daerah akan kehilangan fondasi utama berupa pilihan yang adil bagi masyarakat. Komoditas sawit adalah sumber penghidupan utama bagi ribuan keluarga di Abdya, sehingga arah kebijakan daerah harus diberikan secara transparan, objektif, dan berpihak pada petani sebagai pelaku ekonomi terbesar dalam sektor ini,”jelasnya.

LSM KOMPAK menegaskan bahwa masa depan ekonomi sawit Abdya harus dibangun bukan di atas ketergantungan kepada satu perusahaan, tetapi melalui kebijakan yang membuka peluang lebih luas, termasuk munculnya PKS baru yang mampu meningkatkan stabilitas harga, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah. “Kita mendesak Pemkab Abdya segera meninjau ulang kebijakan ini dan membuka ruang dialog publik secara terbuka demi menjamin bahwa setiap keputusan strategis benar-benar berpihak kepada petani dan tidak mengorbankan masa depan ekonomi daerah,”pungkasnya.

Previous Post

Wali Nanggroe Beri Gelar Perkasa Alam untuk Almarhum Abu Razak

Next Post

STIS Al-Aziziyah Sabang Jalin MoU dengan BSI Kota Sabang

Next Post
STIS Al-Aziziyah Sabang Jalin MoU dengan BSI Kota Sabang

STIS Al-Aziziyah Sabang Jalin MoU dengan BSI Kota Sabang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemko Banda Aceh Distribusikan Hewan Kurban ke Sejumlah Gampong

Pemko Banda Aceh Distribusikan Hewan Kurban ke Sejumlah Gampong

27/05/2026
Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

27/05/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Umat Teguhkan Spirit Kurban dan Kepedulian Sosial

Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Umat Teguhkan Spirit Kurban dan Kepedulian Sosial

27/05/2026
Fantastis, 204 Siswa Aceh Timur Lulus PTN Melalui Jalaur SNBT Meningkat dari  2025

Fantastis, 204 Siswa Aceh Timur Lulus PTN Melalui Jalaur SNBT Meningkat dari  2025

27/05/2026
Pemimpin IDF Telantarkan Tentara Hadapi Hizbullah, Warga Israel Marah

Pemimpin IDF Telantarkan Tentara Hadapi Hizbullah, Warga Israel Marah

27/05/2026

Terpopuler

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

24/05/2026

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

Tidak Didukung Pemerintah Aceh, Seniman Gadai Kendaraan dan Emas Demi Tampil di Luar

Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com