SIMPANG ULIM – Keindahan Pulau Idaman di pesisir Gampong Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Aceh Timur.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Timur Syahril di Aceh Timur, Jumat, menyatakan siap memfasilitasi penyusunan Qanun Gampong tentang Penyelenggaraan Pariwisata sebagai landasan pengelolaan kawasan wisata yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Syahril, mengatakan Pulau Idaman memiliki daya tarik yang tidak dimiliki banyak kawasan wisata lainnya. Selain menyuguhkan panorama alam yang masih asri, pulau seluas sekitar 18 hektare itu juga memiliki nilai konservasi karena menjadi habitat penyu yang datang bertelur pada musim tertentu.
“Pulau Idaman memiliki potensi wisata yang sangat besar. Keindahan alamnya masih alami, lingkungannya masih terjaga, dan memiliki nilai konservasi yang harus dipertahankan. Potensi seperti ini perlu dikelola dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian alamnya,” kata Syahril.
Pulau yang berada tidak jauh dari pesisir Kuala Simpang Ulim itu menawarkan hamparan pasir, pepohonan rindang, suasana yang tenang, serta udara laut yang segar. Kondisi tersebut menjadikannya sebagai lokasi yang cocok untuk wisata keluarga, rekreasi, hingga kegiatan edukasi lingkungan.
Selain wisata alam, Pulau Idaman juga dikenal sebagai lokasi favorit bagi para pemancing. Aktivitas tersebut selama ini turut memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar melalui penyewaan sampan, jasa transportasi laut, hingga penyediaan kebutuhan wisatawan.
Namun, pengembangan kawasan wisata tersebut sempat mengalami hambatan setelah sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda kawasan pesisir. Meski demikian, semangat masyarakat untuk menghidupkan kembali Pulau Idaman tidak pernah surut.
Upaya tersebut terus dilakukan bersama Panglima Laot Simpang Ulim, Muchtar Daod, yang selama ini aktif mendorong pemanfaatan potensi wisata pesisir sekaligus menjaga kelestarian kawasan laut.
Syahril mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap inisiatif masyarakat tersebut. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah memfasilitasi penyusunan Qanun Gampong tentang Penyelenggaraan Pariwisata sebagai dasar hukum dalam pengelolaan kawasan wisata.
“Disparpora siap memfasilitasi penyusunan Qanun Gampong agar pengelolaan wisata memiliki dasar hukum yang jelas. Dengan adanya regulasi, pengembangan wisata dapat dilakukan secara terarah, tertib, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Menurut Syahril, keberadaan qanun tersebut nantinya tidak hanya mengatur tata kelola kawasan wisata, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjaga kelestarian lingkungan, melindungi habitat penyu, mengatur aktivitas wisata, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Ia menilai konsep pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism menjadi model yang tepat diterapkan di Pulau Idaman. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata.
“Harapan kami, masyarakat menjadi bagian utama dalam pengelolaan wisata. Ketika wisata berkembang, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui penyediaan transportasi, kuliner, homestay, maupun usaha mikro lainnya,” jelasnya.
Syahril optimistis Pulau Idaman memiliki peluang besar menjadi ikon wisata pesisir Aceh Timur apabila seluruh pihak dapat bersinergi, mulai dari pemerintah, aparatur gampong, Panglima Laot, hingga masyarakat.
Didukung akses menuju lokasi yang relatif mudah, panorama alam yang masih terjaga, serta komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan, Pulau Idaman dinilai layak menjadi salah satu destinasi wisata andalan Aceh Timur di masa mendatang.
“Potensi yang dimiliki Pulau Idaman sangat besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya secara bersama-sama dengan tetap menjaga kelestarian alam. Kami berharap kawasan ini nantinya menjadi destinasi wisata yang resmi, aman, nyaman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Syahril.










