Banda Aceh – Pemerintah mencatat proses pemulihan sektor pendidikan di Aceh pascabencana terus menunjukkan kemajuan. Dari 3.120 satuan pendidikan yang terdampak, sebanyak 3.056 sekolah telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah asal.
Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan data tersebut merupakan gabungan paparan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 9 Juni 2026 dan laporan Satgas PRR per 20 Juli 2026.
“Sebanyak 3.056 sekolah sudah kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah asal,” ujar Safrizal saat memberikan keterangan pers di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada Jumat (24/7/2026).
Safrizal menjelaskan, pemulihan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB hingga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Ia menyebutkan sebanyak 45 satuan pendidikan saat ini masih menggunakan ruang kelas darurat yang telah dibangun sebagai solusi sementara sebelum gedung permanen selesai.
Selain itu, masih terdapat 15 sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar di tenda karena ruang belajar darurat yang sebelumnya dibangun mengalami kerusakan sehingga harus dipindahkan ke lokasi lain. Sementara itu, empat sekolah memanfaatkan gedung lain yang bersifat permanen untuk kegiatan belajar mengajar.
Menurut Safrizal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mempercepat pembangunan ruang kelas darurat bagi 15 sekolah tersebut agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.
Ia menjelaskan sebagian besar sekolah yang masih menggunakan tenda merupakan sekolah dengan jumlah siswa relatif sedikit.
Safrizal memastikan seluruh peserta didik di wilayah terdampak tetap mengikuti proses pembelajaran meskipun sebagian masih menggunakan fasilitas sementara.
“Sekolah yang masih belajar di tenda umumnya memiliki jumlah siswa yang tidak banyak. Kami berharap pada akhir bulan ini sudah tidak ada lagi siswa yang belajar di tenda dan seluruhnya dapat menempati ruang kelas darurat sambil menunggu pembangunan gedung permanen selesai,” katanya.










