Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Kapal Keruk Terparkir, Nelayan Tersandera: Menagih Normalisasi Kuala Meureudu

redaksi by redaksi
14/08/2026
in Lintas Timur
0
Kapal Keruk Terparkir, Nelayan Tersandera: Menagih Normalisasi Kuala Meureudu

MEUREUDU – Kapal keruk (dredger) bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah berada di Kuala Meunasah Balek, Meureudu, sejak 27 Juni 2026. Namun hampir tiga bulan berlalu paska bencana, nelayan masih mengeluhkan pendangkalan alur Kuala Meureudu.

Persoalan utamanya sederhana: kapal sudah datang, tetapi hasil normalisasi belum dirasakan secara nyata.

Banjir bandang membawa lumpur, pasir dan material lain ke aliran hingga muara Krueng Meureudu. Akibatnya, kapal nelayan kesulitan melintas saat air surut dan harus menunggu pasang.

“Sudah sejak 27 Juni kapal keruk bantuan pusat itu berada di Kuala Meureudu,” kata Bang Man, nelayan asal Meureudu. Kamis (12/8).

Menurutnya, pengerukan harus dilakukan serius dan berkelanjutan karena pendangkalan terjadi di sejumlah bagian alur hingga muara.

Nelayan lainnya menilai lambannya pengerukan berdampak langsung terhadap penghasilan mereka.

“Kalau progresnya lamban dan tidak ada solusi konkret dari pemerintah, sama saja membiarkan nelayan kehilangan sumber penghidupannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka berapa panjang alur yang sudah dikeruk, berapa volume material yang diangkat, apa kendalanya, serta kapan normalisasi ditargetkan selesai.

Tiga bulan bukan waktu singkat, Apalagi Kuala Meureudu merupakan akses penting kapal nelayan menuju laut.

Bagi nelayan, pendangkalan bukan sekadar persoalan teknis. Setiap kali harus menunggu pasang berarti waktu melaut berkurang, biaya bertambah dan pendapatan terancam.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Abu Laot Pidie Jaya terkait kondisi dan progres normalisasi belum berhasil dilakukan karena belum dapat dihubungi.

Pemerintah kini dituntut menunjukkan hasil, bukan sekadar menghadirkan alat berat.

Kapal keruk bukan untuk menjadi pemandangan di kuala, Ukuran keberhasilannya adalah ketika kapal nelayan kembali bisa keluar-masuk Kuala Meureudu dengan aman tanpa harus menunggu pasang.[Mul]

Previous Post

PII Aceh Besar Audiensi dengan Wakil Bupati, Bahas Kekeringan hingga Indeks Keinsinyuran Daerah

Next Post

Laskar Prabowo 08 Aceh Dukung Doa Bersama 15 Agustus, Serukan Persatuan dan Masa Depan Aceh yang Damai

Next Post
Laskar Prabowo 08 Aceh Dukung Doa Bersama 15 Agustus, Serukan Persatuan dan Masa Depan Aceh yang Damai

Laskar Prabowo 08 Aceh Dukung Doa Bersama 15 Agustus, Serukan Persatuan dan Masa Depan Aceh yang Damai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

29/09/2026
APBK Perubahan 2026 Pidie Masuk Tahap Pengawasan, Alzaizi: Penutupan Bukan Akhir Tanggung Jawab

APBK Perubahan 2026 Pidie Masuk Tahap Pengawasan, Alzaizi: Penutupan Bukan Akhir Tanggung Jawab

29/09/2026
Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

29/09/2026
Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

29/09/2026
DPD RI Aceh Minta Dukungan Museum Tsunami untuk Perluas Pengenalan Lembaga kepada Masyarakat

DPD RI Aceh Minta Dukungan Museum Tsunami untuk Perluas Pengenalan Lembaga kepada Masyarakat

29/09/2026

Terpopuler

Kapal Keruk Terparkir, Nelayan Tersandera: Menagih Normalisasi Kuala Meureudu

Kapal Keruk Terparkir, Nelayan Tersandera: Menagih Normalisasi Kuala Meureudu

14/08/2026

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

Tiga Guru SMAN 1 Tapaktuan Ikuti Pelatihan Fasda Bidang STEM

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com