Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Nyan, Aceh Dilanda 148 Bencana Alam Selama Periode Januari hingga Juli 2026

redaksi by redaksi
26/08/2026
in Nanggroe
0
Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

Ilustrasi. Sumur minyak tradisional di Aceh Timur meledak, Minggu (5/7), menyebabkan kebakaran hebat. (Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

BANDA ACEH — Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 148 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Berbagai kejadian tersebut tersebar di 21 kabupaten/kota, dengan dampak terhadap masyarakat, permukiman, hingga lingkungan.

Berdasarkan rekapitulasi data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, kejadian bencana selama tujuh bulan tersebut meliputi kebakaran, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, angin puting beliung, banjir bandang, longsor, abrasi, dan gempa bumi.

Dari seluruh kejadian yang tercatat, kebakaran menjadi jenis bencana dengan frekuensi tertinggi, yakni sebanyak 61 kejadian, disusul karhutla sebanyak 37 kejadian, banjir 21 kejadian, serta angin puting beliung sebanyak 17 kejadian. Selain itu, tercatat enam kejadian banjir bandang, tiga longsor, dua abrasi, dan satu gempa bumi.

Aceh Besar Catat Kejadian Tertinggi
Sebaran kejadian menunjukkan bahwa Aceh Besar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana tertinggi selama periode Januari–Juli 2026, yakni sebanyak 26 kejadian.

Selanjutnya, masing-masing Lhokseumawe, Bener Meriah, dan Aceh Tengah mencatat 16 kejadian. Aceh Tenggara 14 kejadian, Aceh Barat 12 kejadian, Aceh Utara 9 kejadian, sementara Langsa, Banda Aceh, dan Gayo Lues masing-masing mencatat lima kejadian.

Kabupaten/kota lainnya yang turut mengalami kejadian bencana antara lain Pidie sebanyak empat kejadian, Nagan Raya empat kejadian, Pidie Jaya tiga kejadian, Bireuen tiga kejadian, Aceh Selatan dua kejadian, Sabang dua kejadian, Aceh Barat Daya dua kejadian, serta Aceh Jaya, Aceh Singkil, Subulussalam, dan Simeulue masing-masing satu kejadian.

Ribuan Warga Terdampak

Dampak bencana tidak hanya terlihat dari jumlah kejadian, tetapi juga dari jumlah masyarakat dan bangunan yang terdampak. BPBA mencatat sebanyak 1.353 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.315 jiwa terdampak bencana selama periode tersebut.

Selain itu, tercatat 992 jiwa mengungsi, sementara dampak terhadap rumah warga meliputi 249 unit rumah rusak berat, 105 unit rusak sedang, 153 unit rusak ringan, serta 307 unit rumah terdampak banjir.

Dalam periode yang sama, bencana juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka-luka.

Kerugian Diprakirakan Rp112 Miliar

Dari berbagai kejadian bencana tersebut, prakiraan kerugian mencapai Rp112 miliar. Nilai tersebut mencerminkan besarnya dampak bencana terhadap masyarakat, permukiman, maupun aset dan aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah Aceh.

Selain kerusakan bangunan, bencana kebakaran dan karhutla juga memberikan dampak terhadap lingkungan. Berdasarkan rekap BPBA, tercatat 364 hektare lahan terbakar selama periode Januari–Juli 2026.

Kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

BPBA Dorong Penguatan Kesiapsiagaan

Kepala Pelaksana BPBA Ir. Bahron Bakti, ST, MT menegaskan bahwa data kejadian bencana menjadi salah satu dasar penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Aceh.

“Data kejadian bencana bukan hanya menjadi catatan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat koordinasi penanganan bencana di seluruh wilayah Aceh,” ujar Bahron Bakti.

Menurutnya, tingginya kejadian kebakaran dan karhutla juga perlu menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap potensi bencana agar dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.

Previous Post

Omen, Mahasiswi Asal Aceh Besar Ditipu Pria Kenalan di Medsos

Next Post

Dayah Seunaloeh Abdya Laksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Next Post
Dayah Seunaloeh Abdya Laksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Dayah Seunaloeh Abdya Laksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pria di Banda Aceh Diamankan Polisi Usai Tanam Ganja di Perkarangan Rumah, 16 Polybag Disita

Pria di Banda Aceh Diamankan Polisi Usai Tanam Ganja di Perkarangan Rumah, 16 Polybag Disita

13/10/2026
Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan

Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan

13/10/2026
Al Zaizi: Pelayanan Publik Harus Hadir, Korban Banjir Jangan Dipersulit

Al Zaizi: Pelayanan Publik Harus Hadir, Korban Banjir Jangan Dipersulit

13/10/2026
Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

13/10/2026
MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

13/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Nyan, Aceh Dilanda 148 Bencana Alam Selama Periode Januari hingga Juli 2026

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Panjang Baru

Pekerja Tersengat Listrik di Atas Ruko Pidie Jaya, Jatuh 5 Meter hingga Meninggal

Bupati Safaruddin Lepas Persada Abdya U-17 ke Babak 8 Besar Piala Soeratin di IKN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com