Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aceh Dinilai Perlu Ubah Posisi Strategis Selat Malaka Jadi Kekuatan Ekonomi Digital

redaksi by redaksi
09/09/2026
in Ekonomi
0
Aceh Dinilai Perlu Ubah Posisi Strategis Selat Malaka Jadi Kekuatan Ekonomi Digital

Jakarta – Posisi Aceh yang berada di ujung Selat Malaka dinilai memiliki peluang strategis untuk memperkuat kapasitas teknologi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital daerah.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, Selat Malaka tidak hanya menjadi jalur perdagangan dunia, tetapi juga merupakan bagian dari jalur infrastruktur digital global melalui kabel komunikasi bawah laut yang menghubungkan berbagai negara.

“Subsea cable yang menghubungkan internet yang kita pakai sekarang itu melintas di bawah Selat Malaka,” tutur Wamen Nezar dalam diskusi Aceh, Selat Malaka, dan Masa Depan Digital Indonesia di Banda Aceh, Minggu (6/9/2026).

Menurut Wamen Nezar, posisi geografis yang strategis tidak secara otomatis memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Aceh perlu memiliki kapasitas untuk menciptakan nilai dari posisi tersebut melalui penguasaan teknologi, keterampilan, dan inovasi.

Ia menilai tantangan ke depan bukan sekadar menghadirkan konektivitas digital, tetapi memastikan masyarakat Aceh mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya untuk mendukung kebutuhan ekonomi, pemerintahan, dan masyarakat.

“Yang penting bukan lagi Selat Malaka sebagai anugerah geografis. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menciptakan nilai dari Selat Malaka itu,” tegasnya.

Wamen Nezar mencontohkan infrastruktur kabel bawah laut yang melintasi Selat Malaka sebagai bagian penting dari ekosistem internet dan lalu lintas data antarnegara. Namun, menurutnya, titik gateway utama saat ini banyak terkonsentrasi di Singapura.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan pemikiran bagi Indonesia untuk melihat peluang pengembangan infrastruktur dan ekosistem digital di wilayah yang berada di sekitar jalur strategis tersebut.

“Kenapa gateway-nya tidak ada di Sabang atau di tempat-tempat yang berada dalam kontrol kita? Ini menjadi pertanyaan yang perlu kita jawab,” kata Wamen Nezar.

Wamen Nezar mengatakan Aceh memiliki modal awal untuk mengambil peluang tersebut, antara lain perguruan tinggi, komunitas teknologi, talenta muda, serta posisi geografis yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan dan konektivitas internasional.

Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital menempatkan pengembangan talenta dan kewirausahaan berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital di daerah.

Salah satunya melalui Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di Banda Aceh. Melalui program tersebut, talenta lokal diharapkan memperoleh akses terhadap pembinaan, jejaring bisnis, pengembangan produk, hingga peluang bertemu investor.

Program itu juga menjadi bagian dari upaya membuka akses ekosistem digital nasional dan global bagi talenta di luar Pulau Jawa.

“Jadi, di sana nanti para talenta digital bisa dilatih dengan berbagai macam ilmu pengetahuan, skill, upscaling bisnis mereka, lalu nanti ditemukan dengan investor untuk dibuka akses finansialnya, lalu nanti di-coaching juga bagaimana dia bertumbuh setelah dapat pendanaan sampai kemudian bisa dilepas untuk bertumbuh,” imbuhnya.

Menurut Wamen Nezar, pemanfaatan teknologi tidak harus selalu diwujudkan melalui inovasi yang kompleks. Teknologi dapat memberikan nilai ketika digunakan untuk menyelesaikan persoalan konkret, termasuk di sektor perikanan, pertanian, perdagangan, dan layanan pemerintahan.

Pendekatan tersebut dinilai penting bagi Aceh agar potensi sumber daya yang dimiliki dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Yang kita butuhkan adalah value creation. Penciptaan nilai dari berbagai sumber daya yang ada melalui teknologi, keterampilan, dan inovasi,” ujar Wamen Nezar.

Ia berharap generasi muda Aceh dapat melihat posisi geografis daerahnya sebagai peluang untuk membangun masa depan. Penguasaan teknologi, kemampuan menciptakan produk, serta keterhubungan dengan ekosistem global diharapkan menjadi modal untuk mengubah posisi strategis Aceh menjadi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Jangan hanya melihat Selat Malaka sebagai jalur yang dilewati. Kita harus mampu mengambil nilai dari sana,” tandasnya.

Previous Post

TPQ Baitusshalihin Ulee Kareng Raih Juara Umum FASI Kota Banda Aceh 2026

Next Post

Senat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Gelar Latihan Kepemimpinan Dasar

Next Post
Senat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Gelar Latihan Kepemimpinan Dasar

Senat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Gelar Latihan Kepemimpinan Dasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Munawar Resmi Nahkodai PPP Pidie Jaya

Munawar Resmi Nahkodai PPP Pidie Jaya

09/09/2026
Senat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Gelar Latihan Kepemimpinan Dasar

Senat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Gelar Latihan Kepemimpinan Dasar

09/09/2026
Aceh Dinilai Perlu Ubah Posisi Strategis Selat Malaka Jadi Kekuatan Ekonomi Digital

Aceh Dinilai Perlu Ubah Posisi Strategis Selat Malaka Jadi Kekuatan Ekonomi Digital

09/09/2026
TPQ Baitusshalihin Ulee Kareng Raih Juara Umum FASI Kota Banda Aceh 2026

TPQ Baitusshalihin Ulee Kareng Raih Juara Umum FASI Kota Banda Aceh 2026

09/09/2026
TNI Hadiahi Rumah Baru untuk Guru Mengaji di Aceh Utara

TNI Hadiahi Rumah Baru untuk Guru Mengaji di Aceh Utara

09/09/2026

Terpopuler

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

08/09/2026

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

Aceh Dinilai Perlu Ubah Posisi Strategis Selat Malaka Jadi Kekuatan Ekonomi Digital

Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

Tim Unit Reaksi Cepat Polres Abdya Tangkap ‘Ninja Sawit’ di Kuala Batee

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com