BANDA ACEH — Senat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Prof. Salman Abdul Muthalib, Lc., M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa organisasi merupakan salah satu wadah penting bagi mahasiswa untuk membangun pengalaman dan kemampuan kepemimpinan yang nantinya dapat diterapkan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola sebuah organisasi, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin mampu membangun karakter dan akhlak yang baik.
“Organisasi adalah tempat kita mencari pengalaman yang nantinya akan kita bawa ke tengah-tengah masyarakat. Namun, yang paling penting dari sebuah kepemimpinan adalah memiliki akhlak yang baik,” ujar Prof. Salman dalam pembukaan kegiatan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, serta para tamu undangan. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi pemaparan materi yang menghadirkan Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag. sebagai pemateri pertama.
Tuanku Muhammad merupakan salah satu alumni UIN Ar-Raniry yang sukses berkiprah di bidang politik. Ia menempuh pendidikan di UIN Ar-Raniry mulai dari jenjang S1 hingga S3, yang insyaallah akan segera diselesaikannya di UIN Ar-Raniry. Saat ini, Tuanku Muhammad juga menjabat sebagai anggota DPRK Kota Banda Aceh.
Dalam pemaparannya, Tuanku Muhammad membawakan materi bertema “Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi”. Ia membagikan berbagai pengalaman selama berorganisasi dan berkiprah di tengah masyarakat, sekaligus memberikan sejumlah nasihat dan motivasi kepada mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry.
Pada sesi tersebut, Tuanku Muhammad menekankan pentingnya membangun organisasi melalui kepemimpinan yang memiliki arah, sistem, serta kemampuan untuk memberikan dampak nyata. Ia juga mengajak mahasiswa memahami bahwa organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh orang-orang yang hebat, tetapi juga melalui kerja sama tim yang baik.
Dalam materi “Membangun Tim yang Kuat”, ia menekankan pentingnya menempatkan orang yang tepat, memberikan peran yang jelas, menentukan target yang terukur, membangun komunikasi yang terbuka, serta memberikan apresiasi kepada anggota tim.
Di akhir sesi, Tuanku Muhammad memberikan “The 30-Day Leadership Challenge” kepada para peserta. Tantangan tersebut mengajak mahasiswa untuk melakukan perubahan secara bertahap selama 30 hari setelah mengikuti kegiatan LKD.
Pada minggu pertama, peserta ditantang untuk Lead Yourself atau memimpin diri sendiri dengan membangun kedisiplinan waktu, integritas, dan melakukan introspeksi. Pada minggu kedua, mahasiswa diajak Lead Others dengan mendorong sedikitnya tiga orang di sekitarnya untuk berkembang.
Selanjutnya, pada minggu ketiga, peserta ditantang untuk Lead Project, yakni memimpin sebuah kegiatan dengan target yang terukur. Sementara pada minggu keempat, peserta diarahkan untuk Create Impact atau menciptakan satu perubahan nyata di dalam organisasi.
Menurut Tuanku Muhammad, terdapat lima hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni Vision, People, System, Execution, dan Impact. Seorang pemimpin harus mengetahui ke mana arah yang hendak dituju, siapa orang yang harus diajak, bagaimana sistem kerja dibangun, berani memulai dan menyelesaikan pekerjaan, serta mampu meninggalkan perubahan yang nyata.
Tuanku Muhammad berharap kegiatan LKD tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori semata, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dalam diri mahasiswa.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari kegiatan ini, tetapi ada perubahan yang benar-benar terlihat. Minimal dalam 30 hari pertama setelah mengikuti kegiatan ini, sudah ada hal positif yang mulai dilakukan dan dirasakan,” ujar Tuanku Muhammad.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan mahasiswa yang memiliki kapasitas kepemimpinan, mampu memberikan pengaruh positif kepada orang lain, serta berani mengambil peran dalam membawa perubahan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan LKD tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep dasar kepemimpinan dan manajemen organisasi, tetapi juga mampu membangun karakter, integritas, serta akhlak yang baik sebagai bekal untuk berkontribusi di tengah masyarakat.









