Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Wamenpar Sebut “Aceh Culinary Festival 2026” Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

redaksi by redaksi
14/09/2026
in Pariwisata
0
Wamenpar Sebut “Aceh Culinary Festival 2026” Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

Banda Aceh — Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mendorong penguatan storytelling atau narasi di balik kuliner khas Aceh agar kekayaan rasa, sejarah, dan budaya yang terkandung di dalamnya semakin memperkuat daya tarik wisata gastronomi Indonesia.

Saat menutup Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026), Wamenpar mengatakan festival tersebut menunjukkan besarnya potensi kuliner Aceh untuk dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Wamenpar berharap Aceh Culinary Festival dapat menjadi bagian dari penguatan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan kekayaan gastronomi Nusantara sebagai daya tarik pariwisata.

Menurut Wamenpar, gastronomi tidak hanya berbicara mengenai cita rasa makanan, tetapi juga budaya, tradisi, sejarah, bahan pangan, serta kehidupan masyarakat yang membentuk sebuah hidangan. Karena itu, penguatan narasi atau storytelling menjadi penting agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih utuh ketika menikmati kuliner Aceh.

“Kita harus kuatkan storytelling dari kuliner-kuliner Aceh sehingga kita tidak hanya merasakan enaknya saja, tetapi kita tahu cerita di baliknya,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.

Aceh Culinary Festival (ACF) merupakan salah satu event pariwisata Aceh yang mengangkat kekayaan kuliner dan gastronomi sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi kali keempat Aceh Culinary Festival masuk dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN). Wamenpar mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, industri, pengusaha UMKM, komunitas, dan masyarakat yang turut mendukung keberlangsungan festival tersebut.

Wamenpar menekankan penyelenggaraan event pariwisata tidak semestinya berhenti sebagai tontonan atau ruang perayaan budaya. Event perlu memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan transaksi pengusaha UMKM, penciptaan kesempatan kerja, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 110 event yang tergabung dalam Karisma Event Nusantara sepanjang 2025 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp17 triliun atau tumbuh 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rangkaian KEN 2025 juga mencatat 10,8 juta pengunjung serta melibatkan sekitar 108.500 tenaga kerja, 105.700 pelaku seni, 15.400 pengusaha UMKM, dan 4.900 komunitas.

Capaian tersebut menunjukkan event pariwisata tidak hanya menjadi ruang untuk merawat dan merayakan kebudayaan, tetapi juga memiliki efek berganda bagi perekonomian melalui keterlibatan pengusaha UMKM, penciptaan kesempatan kerja, serta penguatan aktivitas ekonomi lokal.

Wamenpar berharap penyelenggaraan Aceh Culinary Festival turut mendukung pencapaian target kinerja sektor pariwisata pada 2026, yakni kunjungan 16 juta hingga 17 juta wisatawan mancanegara dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan Nusantara.

“Untuk itu, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan festival ini. Kami ingin memastikan bahwa pelestarian budaya melalui pariwisata berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wamenpar.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh Syakir, yang mewakili Gubernur Aceh, mengatakan Aceh memiliki warisan kuliner yang menyimpan perjalanan panjang masyarakatnya.

Di balik berbagai hidangan khas Aceh, menurut Syakir, terdapat cerita mengenai kehidupan masyarakat, hubungan dengan dunia maritim, perdagangan rempah, perjumpaan berbagai etnis dan budaya, hingga perjalanan Kesultanan Aceh.

“Karena itu, kita ingin agar kuliner Aceh tidak hanya dikenal sebagai makanan yang lezat, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari warisan budaya dan kekuatan ekonomi kreatif,” ujar Syakir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi mengatakan keberhasilan Aceh Culinary Festival masuk dalam jajaran 10 besar KEN selama empat kali menunjukkan besarnya potensi kuliner dan penyelenggaraan event di Aceh untuk terus dikembangkan.

Aceh Culinary Festival 2026 yang diselenggarakan pada 11 hingga 14 September 2026 melibatkan lebih dari 100 pengusaha UMKM kuliner dari 12 kabupaten/kota serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif yang berasal dari Aceh, Jakarta, dan Bali.

Dedy mengatakan rangkaian Aceh Culinary Festival 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat kekayaan kuliner dan kreativitas masyarakat. Hingga hari penutupan, jumlah kunjungan tercatat mencapai lebih dari 11.000 orang dengan nilai transaksi lebih dari Rp1,5 miliar.

Menurut Dedy, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pariwisata, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, Kementerian Kebudayaan, komunitas, hingga pengusaha UMKM yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

“Kesuksesan ACF tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, khususnya Ibu Wamenpar Ni Luh Puspa yang berkenan hadir, kemudian Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, pemerintah kabupaten/kota, serta Kementerian Kebudayaan yang turut mendukung acara ini,” ujar Dedy.

Turut hadir mendampingi Wamenpar, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi.

Previous Post

Pemprov Aceh Salurkan Bantuan Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

Next Post

Ohku, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Kembali Terjadi di Aceh Timur

Next Post
Ohku, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Kembali Terjadi di Aceh Timur

Ohku, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Kembali Terjadi di Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gemilang di DAMASQUSS 2026, MTsN 1 Banda Aceh Raih Juara Umum

Gemilang di DAMASQUSS 2026, MTsN 1 Banda Aceh Raih Juara Umum

14/09/2026
Ohku, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Kembali Terjadi di Aceh Timur

Ohku, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Kembali Terjadi di Aceh Timur

14/09/2026
Wamenpar Sebut “Aceh Culinary Festival 2026” Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

Wamenpar Sebut “Aceh Culinary Festival 2026” Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

14/09/2026
Pemprov Aceh Salurkan Bantuan Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

Pemprov Aceh Salurkan Bantuan Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

14/09/2026
Aceh Besar Raih Juara I Galeri Terbaik Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh

Aceh Besar Raih Juara I Galeri Terbaik Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh

14/09/2026

Terpopuler

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

13/09/2026

Setelah 20 Tahun Menanti, Tim Voli Abdya Lolos ke PORA

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Terima Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi dari Gubernur Aceh

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Wamenpar Sebut “Aceh Culinary Festival 2026” Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com