KUTACANE – Banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, akibat luapan Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga. Peristiwa yang melanda tiga desa di dua kecamatan tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, mengatakan wilayah yang terdampak meliputi Desa Peseluk Pesimbe dan Desa Lembah Alas di Kecamatan Deleng Pokhkison, serta Desa Kuning I di Kecamatan Bambel.
“Banjir bandang membawa material kayu dan batu, sementara genangan air dan lumpur masuk hingga menggenangi permukiman warga setempat. Akibatnya, aktivitas masyarakat di lokasi terdampak sempat terganggu akibat luapan air dan endapan material,” kata Bahron, Jumat, 24 September 2026.
Bahron mengungkapkan dampak cukup parah terjadi di kawasan Jembatan Kuning I, Desa Kuning I. Air banjir meluap ke badan jalan nasional. Luapan air tersebut turut membawa endapan lumpur dan material kayu setinggi 35 hingga 45 sentimeter.
“Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan nasional melumpuhkan arus lalu lintas secara total, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Kemacetan panjang akibat penutupan jalur ini diperkirakan mencapai hingga dua kilometer,” ujar Bahron.
Petugas BPBD Kabupaten Aceh Tenggara langsung menurunkan Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan kajian cepat dan pendataan korban terdampak. Satu unit alat berat jenis excavator diterjunkan ke titik banjir guna membersihkan material lumpur dan memperbaiki tanggul yang rusak.
“Hingga Jumat dini hari, hujan dilaporkan telah reda dan genangan air berangsur-angsur mulai surut. Petugas di lapangan memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam insiden tersebut, sementara proses penanganan tanggul dan pembersihan jalan masih terus dilakukan,” jelas Bahron.









